www.bisnistoday.co.id
Rabu , 26 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Data Ekonomi Domestik Dinilai Masih Solid, Rupiah Menguat
BursaBURSA & KORPORASI

Data Ekonomi Domestik Dinilai Masih Solid, Rupiah Menguat

RUPIAH MENGUAT: Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (7/11) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (9/8) ditutup menguat 23 poin ke posisi Rp14.853 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan pada hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.876 per dolar AS. Penguatan ditopang oleh solidnya data ekonomi domestik.

Analis DCFX Futures, Lukman Leoang mengatakan, fundamental data ekonomi Indonesia masih sangat solid untuk mendukung rupiah.
“Data ekonomi terakhir penjualan ritel Juni menunjukkan kenaikan 4,1 persen, jauh lebih tinggi dari perkiraan 1,1 persen,” katanya.

Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran atau ritel meningkat pada Juli 2022, yang terutama didukung oleh peningkatan penjualan subkelompok sandang, kelompok bahan bakar kendaraan bermotor, serta suku cadang dan aksesori.

“Peningkatan itu tercermin dari perkiraan Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2022 sebesar 204,9, atau meningkat 8,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy),” ungkapnya di Jakarta, Selasa (9/8).

Secara bulanan, penjualan eceran diproyeksikan membaik menjadi minus 0,8 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-moth/mtm), yang didorong oleh peningkatan penjualan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor serta kelompok barang budaya dan rekreasi.

“Dari eksternal, dolar AS juga sedikit tertekan menjelang rilis data inflasi AS yang diperkirakan akan menurun,” ujar Lukman.

Data inflasi AS akan dicermati oleh pelaku pasar untuk menjadi petunjuk terkait langkah bank sentral AS The Federal Reserve selanjutnya.

Berdasarkan hasil survei Reuters, diperkirakan inflasi tahunan AS akan turun menjadi 8,7 persen pada Juli dari sebelumnya di 9,1 persen.

Ekspektasi akan turunnya inflasi di Negeri Paman Sam saat ini dipicu oleh terkoreksinya harga minyak akhir-akhir ini.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.865 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.846 per dolar AS hingga Rp14.875 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke posisi Rp14.862 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.915 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

Asuransi BRI Life Raih Enam Penghargaan TADEA 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life meraih enam penghargaan dalam ajang...

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, serta melanjutkan pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026. (dok: Ciputra Life)
BURSA & KORPORASI

Pertumbuhan Bisnis Ciputra Life Berlanjut di Semester I 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...