JAKARTA, Bisnistoday- Menjelang tutup tahun 2021 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 19,2 poin ke posisi 6.581,48, sementara indeks LQ 45 turun 4,81 poin ke posisi 931,41. Pelemahan kali ini karena pelaku investor dibayangi kekhawatiran Covid-19 varian Omicron.
Tim riset Pilarmas Invetindo Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan, pada investor tampaknya diselimuti implikasi dari Covid-19 varian Omicron yang menyebar cepat dan telah masuk ke beberapa negara termasuk Indonesia.
Penyebaran Omicron tersebut dinilai menjadi kecemasan bagi pelaku pasar dan investor terhadap pemulihan ekonomi pada 2022 dan membuat pergerakan IHSG relatif terbatas pada hari ini.
Dibuka menguat, tak sampai satu jam IHSG bergerak melemah dan banyak menghabiskan waktu di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak variatif namun akhirnya ditutup di teritori negatif pada penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor terkoreksi dengana sektor perindustrian turun paling dalam 1,47 persen, diikuti sektor energi dan sektor transportasi & logistik masing-masing turun 1,46 persen dan 0,1 persen.
Sedangkan empat sektor meningkat dengan sektor teknologi naik paling tinggi 1,56 persen, diikuti sektor barang kesehatan dan sektor barang baku masing-masing naik 1,33 persen dan 0,41 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp305,89 miliar. Sedangkan di pasar reguler juga tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp223,8 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.228.813 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,27 miliar lembar saham senilai Rp10,28 triliun. Sebanyak 209 saham naik, 342 saham menurun, dan 130 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 115,17 poin atau 0,4 persen ke 28.791,71, Indeks Hang Seng naik 25,47 poin atau 0,11 persen ke 23.112,01, dan Indeks Straits Times terkoreksi 11,38 atau 0,36 persen ke 3.126,64.
Rupiah Melemah Sementara nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Kamis (30/12) ditutup melemah 14 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.270 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.256 per dolar AS.
“Ada outlook yang lebih hawkish dari bank sentral AS di tengah kenaikan penyebaran kasus varian Omicron,” tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya.
Investor juga tampak tetap waspada di tengah melonjaknya kasus Covid-19 secara global, meskipun penelitian menunjukkan varian Omicron tidak terlalu parah.
Fokus tahun depan akan beralih ke jalur kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) di tengah lonjakan harga yang disebabkan oleh kemacetan rantai pasokan dan kebangkitan ekonomi yang kuat./



















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)






















