www.bisnistoday.co.id
Senin , 31 Agustus 2026
Home EKONOMI Energi Dirut Pertamina : Kolaborasi Global untuk Hadapi Trilema Energi
Energi

Dirut Pertamina : Kolaborasi Global untuk Hadapi Trilema Energi

DIRUT PERTAMINA, Nicke Widyawati di Jakarta.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menegaskan pentingnya kolaborasi global untuk menghadapi trilema energi dalam transisi energi. Trilema energi yang dimaksud ketahanan energi, affordability, dan sustainability.

“Energi menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga transisi energi jangan mengorbankan keandalan pasokan energi dan menaikkan harga energi.  Memastikan energy security & energy affordability, menjadi prioritas utama bagi Indonesia, sambil tetap melakukan berbagai upaya untuk menurunkan emisi karbon untuk mencapai NZE di tahun 2060,” ujar Nicke Widwayati dalam acara Konvensi dan Pameran Indonesian Petroleum Association (IPA) ke-47 di ICE, BSD City, Tangerang, kemarin.

Nicke menambahkan, setiap negara memiliki urgensi yang berbeda dalam merespons energi trilema, tergantung pada tingkat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya.

Menurut Nicke, semua negara di dunia termasuk di Asia Tenggara, pada tahun 2022 dihadapkan pada kebutuhan untuk menyeimbangkan kembali ketahanan energi, inflasi dan target energi bersih. Hal ini tak lepas dengan kondisi geopolitik, termasuk dampak konflik Rusia – Ukraina yang hingga kini belum selesai.

Nicke menambahkan, negara maju cenderung mengonsumsi energi per kapita yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara berkembang. Ini sebagian besar disebabkan oleh pendapatan yang lebih tinggi, akses yang lebih baik ke teknologi, dan akses yang lebih besar ke sumber energi.

“Indonesia memegang peran penting di panggung global dalam transisi energi karena memiliki kekayaan alam dan lokasi yang strategis. Dibutuhkan kolaborasi global untuk mendukung transisi energi bersih,” tegas Nicke.

Indonesia, sambung Nicke memiliki cadangan nikel terbesar di dunia yang bisa dijadikan bahan baku baterai listrik. Indonesia juga memiliki cadangan timah terbesar kedua di dunia, cadangan bauksit ke-6 dunia, cadangan tembaga ke-7 dunia dan potensi energi terbarukan mencapai 437,4 GW. Pada saat yang sama, Indonesia juga memiliki potensi CCUS hingga 400 Giga Ton.

“Pemerintah Indonesia menetapkan target Bauran Energi Terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 dan 60% – 61% pada tahun 2060. Dengan dukungan global target tersebut bisa diraih lebih cepat dan lebih tinggi,” tandas Nicke.

Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Energi

SKK Migas Resmikan Fasilitas Overhaul dan Pembangunan Engine Solar Turbines Taurus™ 60 Single Shaft Pertama di Asia

JAKARTA, Bisnistoday — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan...

Ahmah Yani
Energi

Ahmad Yani Terpilih sebagai Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX:...

Panel Surya
Energi

Penyediaan Tenaga Surya Solusi Mahalnya Subsidi Energi Gas

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah diminta segera menetapkan kebijakan peralihan subsidi gas menuju...

Gas Elpiji
EnergiHEADLINE NEWS

Pemerintah Diminta Perbaiki Kebijakan Subsidi dan Transisi Energi

JAKARTA, Bisnistoday – Ruang fiskal yang kian menyempit memaksa Indonesia berhadapan dengan...