www.bisnistoday.co.id
Saturday , 28 January 2023
Home NASIONAL & POLITIK Hukum Dua Perusahaan Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak
HukumNASIONAL & POLITIK

Dua Perusahaan Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak

TETAPKAN NTERSANGKA: Polri tetapkan PT Afi Farma dan CV Samudra Chemical (SC) sebagai tersangka dalam kasus dugaan obat sirup tercemar zat kimia berbahaya yang diduga kuat sebagai peneybab kejadian gagal ginjal akut anak di Indonesia
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- PT Afi Farma dan CV Samudra Chemical (SC) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan obat sirup tercemar zat kimia berbahaya yang diduga kuat sebagai peneybab kejadian gagal ginjal akut anak di Indonesia.

“Yang ditetapkan sebagai tersangka itu korporasi (perusahaan),” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Praseyo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/11).

Jenderal bintang dua itu menjelaskan kedua perusahaan itu diduga melakukan tindak pidana memproduksi obat atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu.

Modus PT Afi Farma yakni dengan sengaja tidak melakukan pengujian bahan tambahan propilen glikol (PG) yang ternyata mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) melebihi ambang batas.

“PT Afi Farma hanya menyalin data yang diberikan oleh suplier (pemasok) tanpa dilakukan pengujian dan ‘quality control’ untuk memastikan bahan tersebut dapat digunakan untuk produksi,” katanya.

Dari hasil penyidikan, kata Dedi, PT Afi Farma diduga mendapat bahan baku tambahan tersebut dari CV Samudera Chemical (CV SC). Di mana setelah dilakukan kerja sama dengan BPOM di lokasi CV Samudera Chemical ditemukan sejumlah 42 drum propilen glicol yang setelah dilakukan uji laboratorium oleh Puslabfor Polri mengandung EG yang melebihi ambang batas.

Dalam perkara ini penyidik telah mengantongi alat bukti yang cukup dalam menetapkan tersangka. Penyidik memeriksa 41 orang, di antaranya 31 saksi dan 10 orang saksi ahli.

“Barang bukti yang diamankan, yakni sejumlah obat sediaan farmasi yang diproduksi PT A, berbagai dokumen tersebut pesanan pembelian (purcashing order) dan pengiriman pesanan (delivery order) PT A, hasil uji laboratorium terhadap sampel obat produksi PT A dan 42 durm PG yang diduga mengandung EG dan DEG yang ditemukan di CV SC,” kata Dedi.

Kedua perusahaan itu, kata Dedi, disangkakan dengan pasal berbeda. PT Afi Farma selaku perusahaan farmasi disangkakan melanggar ketentuan Pasal 196 juncto Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) juncto Pasal 201 ayat (1) dan/atau ayat (2) Undang-Undang RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (3) Undang-Undang RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp2 miliar.

Sementara untuk CV Samudera Chemical disangkakan Pasal 196 juncto Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dan/atau Pasal 60 angka 4 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Perubahan Atas Pasal 197 juncto Pasal 106 juncto Pasal 201 ayat (1) dan/atau ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 62 Jo Pasal 8 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Jo Pasal 55 dan/atau pasal 56 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 2 miliar.

Adapun rencana tindak lanjut penyidik, yakni melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya dugaan pemasok lain PG yang memenuhi standar mutu untuk pembuatan obat ke PT Afi Farma dan melakukan pemeriksaan saksi dan ahli, serta melakukan analisa dokumen yang ditemukan. “Kemudian melengkapi berkas perkara dan melimpahkan ke JPU,” pungkas Dedi./

Archives

Bisnistoday - Inspire Your Business

Pertamina is The Energy

Semangat Bangkit

PT Waskita Karya Tbk

Terserah Kamu

Sorotan Bisnistoday

Bisnistoday - Inspire Your Business

Jasa Marga Raih Emiten Terbaik Dalam Ajang Bisnis Indonesia Award 2022

Related Articles

HumanioraNASIONAL & POLITIK

Akademisi Diminta Peran Aktif dalam Pembangunan IKN

YOGYAKARTA, Bisnistoday - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono...

HukumNASIONAL & POLITIK

Menteri Hadi Upayakan Penyelesaian Tanah di Banjar Mumbul

BADUNG, Bisnistoday - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),...

HukumNASIONAL & POLITIK

Pemerintah Ajukan Kasasi Kasus KSP Indosurya

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah melalui Kejaksaan Agung memutuskan untuk melakukan kasasi ke...

LingkunganNASIONAL & POLITIK

Tambak Ilegal Marajai Wilayah Karimun Jawa

KARIMUN JAWA, Bisnistoday- Pemerintah Provinsi dan Pusat selayaknya turun tangan untuk menyelesaikan...