LHOKSEUMAWE, Bisnistoday – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menyelesaikan pembangunan 7 (tujuh) gedung kampus di Universitas Malikussaleh pada November 2024 dan siap diresmikan pada awal tahun 2025. Pembangunan ini tersebar di dua lokasi, yaitu Bukit Indah Kampus (Lhokseumawe) dan Reuleut Kampus (Aceh Utara).
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, mengatakan, proyek ini memberikan dampak sosial yang signifikan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Aceh, terutama melalui pembangunan gedung-gedung baru yang memungkinkan Universitas Malikussaleh meningkatkan kapasitas penerimaan mahasiswa dan mutu tenaga pendidik.
“Hutama Karya di bawah Kementerian BUMN percaya bahwa langkah awal untuk mendukung pendidikan bermutu dimulai dari membangun infrastruktur pendidikan tinggi yang memadai,” urainya.
“Kami berharap gedung-gedung baru ini dapat memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat. Kehadiran gedung ini juga akan membantu meningkatkan kenyamanan kegiatan belajar mengajar bagi sekitar 21.274 ribu mahasiswa dan 877 orang dosen/ tenaga pendidik di Universitas Malikussaleh,” ujar Adjib.
Konstruksi Empat Gedung
Pembangunan ini mencakup 4 gedung di Bukit Indah Kampus, yaitu Fakultas Teknik seluas 5.966,77 m2, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik seluas 2.546,01 m2, Fakultas Ekonomi seluas 3.328,39 m2, dan Fakultas Hukum seluas 2.834,67 m2. Selain itu, terdapat 3 gedung di Reuleut Kampus, yaitu Fakultas Pertanian seluas 3.265,43 m2, Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan seluas 3.415,09 m2, serta Fakultas Kedokteran seluas 2.286,19 m2, dengan total luas lantai keseluruhan mencapai 23.642,55 m2.
Kehadiran gedung-gedung ini akan membantu meningkatkan kenyamanan kegiatan belajar mengajar bagi mahasiswa dan dosen di Universitas Malikussaleh, sekaligus memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat.
Seperti diketahui, bahwa pemeritahan Prabowo Gibran telah berkomitmen untuk memajukan pendidikan nasional dengan salah satunya meningkatkan alokasi APBN di sektor pendidikan.
“Kami menempatkan pendidikan nomor satu dalam APBN kita. Dan tidak tanggung-tanggung saya kira pertama kali dalam sejarah Indonesia alokasi pendidikan dalam APBN tahun 2025 adalah yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” ujar Presiden Prabowo pada acara Puncak Hari Guru Nasional.
Lebih lanjut Adjib menambahkan bahwa proyek ini mengintegrasikan desain yang memanfaatkan material lokal dan memasukkan unsur budaya Aceh pada fasad bangunan, yang meliputi pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP), serta tata lanskap bangunan.
Adjib juga menambahkan, gedung-gedung tersebut dilengkapi fasilitas berkualitas seperti auditorium, ruang dekanat dan jurusan, ruang dosen, laboratorium pendidikan, ruang kelas, perpustakaan, serta ruang administrasi pendidikan. Fasilitas ini dirancang untuk menunjang kegiatan akademik dan administratif Universitas Malikussaleh secara optimal. /



