JAKARTA, Bisnistoday – Hasil Musyawarah Nasional (MUNAS) XI Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang digelar pada Jumat (10/3) menetapkan, Eddy Martono sebagai ketua umum GAPKI periode 2023-2028. Munas Gapki diinfokan terjadi walkout dengan alasan tidak kuorum.Aksi ini, utamanya dimotori dari Perkebunan Nusantara, dan beberapa perusahaan perkebunan sawit lainnya.
Eddy Martono, Sekjen GAPKI periode 2018-2023 ini terpilih secara aklamasi. Eddy Martono unggul dari Dwi Sutoro (Holding PTPN), M. Hadi Sugeng Wahyudiono (GSIP-Astra Agro Lestari), Susanto Yang (Sinar Mas), Dwi Darmawan (Mulia Inti Sawit), Kacuk Sumarto (Paya Pinang), Bambang Arya Wisena (Jhonlin), Nursani Mona Surya (Minanga Ogan), Mustafa Daulay (KLK) dan Tjokro Putro Wibowo (UWTL).
Selanjutnya, dari sepuluh nama tersebut akan mengerucut menjadi lima orang sebagai Tim Formatur dengan ketua Formatur sekaligus Ketua Umum yakni Eddy Martono. Sementara Susanto Yang, Dwi Dharmawan, Nursani Mona Surya serta M Hadi Sugeng Wahyudiono sebagai anggota Tim Formateur. Tim Formateur ini kemudian akan menyusun Pengurus Pusat GAPKI periode 2023-2028.
Persoalan AD/ART
Sementara, Wakil Ketua Umum GAPKI Pusat, Kacuk Sumartono mengutarakan adnaya persoalan perubahan AD/ART pada saat MUNAS menjadi tak konsisten. Perubahan AD/ART lima tahun yang lalu saat perubahaan terjadi di Munas secara langsung diterapkan saat Munas.
“Padahal sesuai Anggaran Dasar GAPKI Pasal 27 menyebut, masa berlakunya perubahan AD/ART setelah pelaksanaan Munas,” terangnya..
Ambiguitas penerapan AD/ART ini menyebabkan sebagian peserta munas Walk Out dan membuat sidang menjadi tidak kourum atau kurang dari 50%.“Secara formal akan didiskusikan pada rapat BOD minggu depan, untuk menghasilkan keputusan korporasi,” terang Dwi Sutoro./





































