JAKARTA, Bisnistoday – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) melepas perdana ekspor lidi sawit hasil pemberdayaan UMKM binaan mereka ke Tiongkok.
Kegiatan yang dilakukan Aspekpir bersama BPDP ini dilakukan di Medan dan Langkat, Sumatera Utara, pada 17-18 Juni 2026. Selain melepas ekspor perdana, juga digelar Workshop Ekspor Lidi Sawit.
Pelepasan ekspor perdana lidi sawit dilaksanakan dalam seremoni yang berlangsung di Gudang PT Arra Setya Abadi, Belawan, Medan. Sebanyak 28 ton lidi sawit yang berasal dari perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Aceh diberangkatkan menuju Tiongkok.
Produk tersebut dikumpulkan dan diusahakan oleh petani sawit, pelaku UMKM, serta koperasi anggota Aspekpir sebagai hasil rangkaian program pemberdayaan UMKM dan koperasi yang diselenggarakan bersama BPDP. Dalam pelaksanaan ekspor ini, Aspekpir menggandeng PT Arra Setya Abadi sebagai eksportir yang akan memasarkan produk lidi sawit ke pasar internasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat, Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah, serta perwakilan Badan Karantina.
Selain itu, hadir pula Sekretaris Jenderal ASPEKPIR Syarifuddin Sirait, Ketua Aspekpir Langkat Sahnan Solin, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat, Hendri Tarigan, perwakilan perguruan tinggi di Sumatera Utara, serta petani dan perajin lidi sawit.
Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Anwar Sadat menyampaikan bahwa BPDP telah lama mempromosikan dan menyosialisasikan mengenai potensi nilai tambah ekonomi dari produk samping dan limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit. Kerja sama dengan Aspekpir, kata dia, dilakukan melalui berbagai workshop dan kegiatan diseminasi yang telah berlangsung sejak tahun 2024 hingga saat ini.
Berbagai workshop produksi lidi sawit telah dilaksanakan di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Pasangkayu, Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan potensi ekonomi lidi sawit sekaligus meningkatkan kapasitas petani agar mampu menghasilkan produk sesuai standar pasar ekspor.
Nilai ekonomi
Menurut BPDP, lidi sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, mulai dari bahan baku ekspor hingga aneka kerajinan yang dapat dikerjakan oleh pelaku UMKM di daerah.
“BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujar Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP.
BPDP saat ini juga menjalankan berbagai program strategis untuk mendukung peningkatan kapasitas dan produktivitas petani sawit, antara lain Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Sarana dan Prasarana, Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan, Penelitian dan Pengembangan, serta Promosi Perkebunan.
Keberhasilan ekspor perdana ini menunjukkan bahwa sawit merupakan komoditas yang inklusif karena manfaatnya dapat dirasakan oleh berbagai kalangan, mulai dari petani, perempuan, pemuda, UMKM, koperasi, hingga pelaku ekspor. Rantai pasok produksi lidi sawit juga melibatkan banyak pihak sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi daerah.
Selain itu, kegiatan ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui ekonomi hijau, perluasan kesempatan kerja berkualitas, pengembangan kewirausahaan, dan pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa.
Sementara itu, Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono menegaskan bahwa pelepasan ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut dari berbagai program pemberdayaan UMKM yang telah dilaksanakan Aspekpir bersama BPDP di sejumlah daerah di Riau dan Sumatera Utara.
Menurut Setiyono, sedikitnya tujuh koperasi anggota Aspekpir terlibat dalam penyediaan bahan baku lidi sawit yang diekspor ke Tiongkok. Kegiatan tersebut diperkirakan memberikan manfaat kepada sekitar 2.800 anggota koperasi. Keterlibatan koperasi menunjukkan bahwa pengembangan usaha berbasis limbah sawit mampu menjadi sumber ekonomi baru bagi petani.
“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” kata Setiyono.
Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi menjelaskan bahwa sejak akhir tahun 2024 pihaknya bersama Aspekpir dan BPDP terus melakukan sosialisasi dan pendampingan pengembangan usaha ekspor lidi sawit di berbagai daerah. Menurutnya, permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus menunjukkan tren positif sehingga peluang pengembangan usaha ini masih sangat terbuka bagi petani dan UMKM di sentra-sentra perkebunan sawit.//







































