JAKARTA, Bisnistoday – Pengurus Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) meminta pemerintah untuk melibatkan kontraktor lokal swasta dalam proyek Pembangunan Ekosistem Baterai Electric Vehicle (EV) dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Karawang, baru-baru ini. Proyek ini melibatkan perusahaan China, Ningbo Contemporary Brunp Legend Co Ltd (CBL), subsidiari Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL).
Sekjen Gapensi, La Ode Safiul Akbar dalam keteranganya di Jakarta, Rabu (2/7) mengutarakan, selama ini, setiap investor asing yang datang berinvestasi di Indonesia belum pernah melibatkan kontraktor lokal, khususnya yang berada di bawah naungan Gapensi.
“Pemerintah jangan hanya berikan ‘angin surga’ kepada pengusaha lokal, tapi miskin implementasi,” tugas La Ode.
La Ode mencontohkan, jika investornya dari China, selalu yang mengerjakan pekerja dari China. Kalaupun melibatkan pengusaha dalam negeri, yang dilibatkan selalu perusahaan BUMN, bukan perusahaan swasta lokal di kawasan pabrik tersebut.
“Kalau demikian, bagaimana Indonesia bisa maju? Padahal, dengan melibatkan perusahaan swasta lokal tentu akan menimbulkan efek berganda yang sangat positif bagi perekonomian nasional dan daerah,” ucap La Ode.
Dengan peluncuran proyek ini, La Ode mengharapkan tidak hanya terjadi kemajuan dalam penyediaan teknologi dan infrastruktur kendaraan listrik, namun juga terciptanya peluang baru bagi pengembangan ekonomi lokal melalui peningkatan partisipasi pengusaha kontraktor nasional. Gapensi, menegaskan komitmennya dalam mendampingi dan mewujudkan transformasi ini secara menyeluruh.
Pada momen peresmian proyek tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa proyek kerjasama ekosistem baterai EV ini memiliki potensi besar dalam menekan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia. “Ini bisa kita menghemat impor BBM sekitar 300 ribu kiloliter pertahunnya, jika produksi baterai mencapai kapasitas 15 gigawatt per tahun,” jelas Bahlil di acara ground breaking ekosistem baterai di Karawang pada Minggu (29/6).
Kemandirian Energi
Sebagai gambaran, impor BBM Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang tahun 2024 mencapai 27,76 juta kiloliter, dengan 15 juta kiloliter di antaranya berasal dari Singapura.
Gapensi mendukung penuh dari pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang meminta agar pengusaha lokal jadi tuan di negeri sendiri seraya menyerukan inklusivitas dan meminta pemerintah agar melibatkan pengusaha kontraktor lokal dalam pengerjerkaan proyek tersebut.
La Ode menegaskan kesiapan Gapensi untuk mendukung dan bekerja sama dalam berbagai pelaksanaan proyek nasional, tidak hanya pada pembangunan pabrik, melainkan juga untuk pengembangan sarana dan prasarana, hingga pelaksanaan land clearing.
“intinya kami siap mendukung pembangunan pabrik, sarana dan prasarana yang mendukung kelancaran investasi dan perkembangan industri baterai EV,” ujar La Ode./







































