JAKARTA, Bisnistoday – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia terus diperkuat lewat sinergi lintas sektor. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kolaborasi dalam pengendalian karhutla.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menegaskan bahwa dunia usaha memiliki peran strategis dalam mendukung pengendalian karhutla. “Pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dunia usaha dapat mengambil peran positif dalam membantu pemerintah mewujudkan lingkungan yang lebih aman dari kebakaran,” ujarnya usai penandatanganan MoU di Jakarta, baru-baru ini.
Eddy menjelaskan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, yang meninjau kesiapan perkebunan kelapa sawit di berbagai daerah dalam menghadapi musim kering.
Melalui kemitraan ini, GAPKI dan APHI akan fokus memperkuat pembinaan masyarakat, terutama di wilayah rawan kebakaran. Kedua organisasi berkomitmen meningkatkan kapasitas, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam tanpa pembakaran.
Salah satu program unggulan yang akan dikembangkan adalah pembentukan Desa Peduli Api dan Kelompok Tani Peduli Api lintas sektor sebagai percontohan nasional. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam mencegah dan menanggulangi karhutla sejak dini.
Ketua Umum APHI, Soewarso, menambahkan bahwa kerja sama ini tidak hanya berhenti pada aspek edukasi dan sosial ekonomi, tetapi juga mencakup penguatan teknologi.
“Melalui MoU ini, kami akan mengembangkan teknologi dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan dan lahan, serta membangun sistem koordinasi, patroli, dan respon cepat terhadap potensi karhutla,” jelasnya.
Kolaborasi strategis antara GAPKI dan APHI ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi dunia usaha dalam mendukung pemerintah menjaga keberlanjutan lingkungan dan mencegah terulangnya bencana kebakaran hutan di masa depan.//


