www.bisnistoday.co.id
Senin , 27 Juli 2026
Home HEADLINE NEWS Gejolak Global Kian Memanas, Tekanan Inflasi dan Risiko Geopolitik Bayangi Pasar Indonesia
HEADLINE NEWS

Gejolak Global Kian Memanas, Tekanan Inflasi dan Risiko Geopolitik Bayangi Pasar Indonesia

GEDUNG BEI
Papan Pemantau Digital Pasar Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Ketegangan geopolitik global yang terus meningkat kembali mengguncang stabilitas pasar keuangan dunia. Mulai dari konflik politik di Amerika Serikat, krisis ekonomi Iran, hingga tekanan di pasar minyak, seluruh dinamika tersebut kini mulai berdampak langsung pada negara berkembang, termasuk Indonesia.

Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jessica Tasijawa, menilai tekanan global membuat inflasi Amerika Serikat cenderung bertahan tinggi. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) utama AS tercatat stabil di level 2,7 persen secara tahunan (YoY), sementara IHK inti bertahan di 2,6 persen YoY, seiring kenaikan harga sewa dan pangan yang belum mereda.

“Kondisi ini membuat inflasi AS tetap solid, meski sebelumnya sempat tertahan oleh kebijakan pemerintah yang menurunkan inflasi secara artifisial pada akhir 2025,” ujar Jessica.

The Fed Bertahan, Ketidakpastian Meningkat

Dengan latar tersebut, bank sentral AS (The Fed) diperkirakan akan menahan suku bunga acuan di level 3,75 persenpada pertemuan Januari 2026. Sikap ini menegaskan kebijakan higher for longer yang terus menjadi momok bagi pasar keuangan global

Situasi semakin kompleks, lanjut Jessica, dengan meningkatnya ketegangan politik antara Ketua The Fed Jerome Powell dan Presiden AS Donald Trump. Pasar kini memperkirakan tidak akan ada pemangkasan suku bunga hingga masa jabatan Powell berakhir pada Mei mendatang, menciptakan ketidakpastian baru dalam arah kebijakan moneter global.

Iran Bergejolak, Minyak Jadi Saluran Risiko Utama

Di sisi lain, menurut Jessica, Iran tengah menghadapi kerusuhan nasional akibat tekanan ekonomi berat dan anjloknya nilai tukar Rial terhadap dolar AS. Inflasi kronis, sanksi internasional, serta pelarian modal memperburuk kondisi domestik negara tersebut. Otoritas setempat bahkan mengakui sekitar 2.000 korban jiwa akibat respons keamanan yang keras

Bagi pasar global, risiko terbesar dari ketegangan ini mengalir melalui sektor energi. Premi risiko geopolitik berpotensi mendorong harga minyak dunia lebih tinggi, meskipun gangguan pasokan jangka pendek masih terbatas.

Dampak Langsung ke Indonesia

Menurut Jessica, kenaikan harga minyak menjadi alarm serius bagi Indonesia. Harga minyak mentah yang lebih tinggi akan memperburuk neraca perdagangan migas, meningkatkan biaya impor energi, serta mendorong inflasi berbasis impor. Ruang kebijakan Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga pun semakin sempit, sementara risiko fiskal meningkat akibat potensi lonjakan subsidi BBM dan LPG

Tekanan global ini tercermin di pasar keuangan domestik. Indeks dolar AS (DXY) kembali menguat ke level 99, sementara nilai tukar rupiah melemah hingga Rp16.865 per dolar AS, menjadikannya salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan, hanya lebih baik dari yen Jepang.

Selain itu, Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun terus melebar di atas 70 basis poin, mencerminkan meningkatnya persepsi risiko di mata investor global.

Obligasi Tertekan, Investor Domestik Jadi Penopang

Jessica menambahkan, pasar obligasi pemerintah Indonesia juga mengalami tekanan, dengan imbal hasil SUN tenor 10 tahun (INDOGB 10Y)naik 12 basis poin secara year-to-date ke level 6,19 persen, sejalan dengan kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun di 4,19 persen

Meski demikian, investor institusional domestik masih menjadi penopang utama stabilitas pasar, menguasai sekitar 68 persen obligasi pemerintah yang beredar. Ke depan, arus dana asing diperkirakan sangat bergantung pada konsistensi disiplin fiskal dan transparansi kebijakan, terutama di tengah rencana peningkatan penerbitan obligasi tahun ini./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menteri PU
HEADLINE NEWS

Menteri Dody Pastikan Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sragen Jawa Tengah

SRAGEN, Bisnistoday - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Sekolah Rakyat...

Program MBG
Ekonomi RakyatHEADLINE NEWS

Program MBG Dinilai Belum Mampu Mendongkrak Ekonomi Rakyat Kecil

JAKARTA, Bisnistoday – Pengemat ekonomi menilai selama pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis...

Dampak El Nino
HEADLINE NEWS

Dampak Kekeringan Dirasakan Masyarakat di Berbagai Wilayah

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah melalui Kementerian PU melakukan operasi darurat mengatasi bencana...

Pertamina Geothermal
EnergiHEADLINE NEWS

Regulasi Panas Bumi Mesti Diperkuat, Target Tambahan PLTP 5,2 GW Sulit Dicapai

JAKARTA, Bisnistoday - Target pemerintah menambah kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi...