www.bisnistoday.co.id
Senin , 28 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Hadapi Hujan Ekstrem, KAI Siagakan Ratusan Personel dan Peralatan
Nasional

Hadapi Hujan Ekstrem, KAI Siagakan Ratusan Personel dan Peralatan

Peralatan Kereta
PERALATAN siaga bencana angkutan kereta api./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – PT Kereta Api Indonesia (Persero) meningkatkan status kesiapsiagaan operasional menyusul potensi curah hujan ekstrem di berbagai wilayah pada akhir Januari 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga sekaligus menjaga keandalan layanan di tengah ancaman banjir dan gangguan prasarana.

Penguatan kesiapan itu dilakukan melalui skema Manajemen Alat Material Untuk Siaga (AMUS), sebuah sistem manajemen krisis berbasis penempatan awal peralatan dan material di titik-titik rawan. Dengan pola ini, respons penanganan gangguan di lapangan dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu pengiriman logistik dari lokasi lain.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama perusahaan. Seluruh jajaran operasional telah disiagakan untuk merespons setiap potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.

“KAI terus melakukan langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem, khususnya yang berisiko menimbulkan banjir di jalur kereta api. Keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.

Sebagai bentuk kesiapan konkret, KAI mengerahkan 355 tenaga ekstra, 861 Petugas Jaga Lintasan tambahan, serta petugas penjaga daerah rawan di berbagai wilayah operasional. Mereka bekerja dalam sistem tiga shift sehingga pengawasan jalur rel berlangsung tanpa henti, siang dan malam.

Tak hanya mengandalkan personel, KAI juga menempatkan berbagai peralatan berat dan material penting di lokasi strategis. AMUS mencakup mesin pemadat rel, ekskavator, genset, hingga sarana angkut khusus seperti dresin dan lori untuk mobilisasi cepat di jalur rel. Material darurat seperti karung pasir, batu balas, bantalan rel, dan terpal juga sudah disiapkan.

Menurut Anne, pendekatan ini membuat KAI tidak lagi sekadar reaktif, tetapi juga proaktif dan preventif dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem. Setiap titik rawan telah dipetakan lengkap dengan skenario penanganannya sehingga koordinasi antara pusat dan daerah bisa berjalan terpadu.

Selain itu, perusahaan secara rutin memantau prakiraan cuaca dan melakukan inspeksi intensif di area rawan banjir, genangan, dan pergerakan tanah. Tindakan dini diambil sebelum gangguan berkembang menjadi krisis operasional yang bisa menghambat perjalanan kereta.

 “Kami ingin masyarakat tetap bisa bepergian dengan tenang. Di balik setiap perjalanan yang lancar, ada ratusan Insan KAI yang siaga 24 jam di lapangan. AMUS adalah bukti bahwa KAI selalu siap, bahkan ketika cuaca sedang tidak bersahabat,” kata Anne.

Dengan kesiapsiagaan berbasis manajemen risiko yang semakin terintegrasi, KAI optimistis mampu menjaga keandalan layanan dan mendukung mobilitas nasional secara berkelanjutan. Hujan boleh datang ekstrem, namun kesiapan operasional ditargetkan selalu berada di level maksimal demi keselamatan seluruh pengguna jasa kereta api./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nasional

Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi Perlu Dikaji, UPI Soroti Kecukupan Anggaran

SUBANG, Bisnistoday.co.id  – Wacana pendidikan gratis hingga perguruan tinggi perlu dikaji secara...

TIM SAR
Nasional

Operasi SAR KMP Virgo Transport 8 Makin Gencar, Tercatat 71 Penumpang Belum Ditemukan

BANJARMASIN, Bisnistoday- Berdasarkan data Basarnas pada Sabtu (26/9) pukul 19.00 WITA, dari...

Kabiro Humas
Nasional

Tepat di Momen HANTARU 2026, Implementasi PERINTIS 10 Hari Diperluas hingga ke 95 Kantah

JAKARTA, Bisnistoday - Masyarakat yang mengurus peralihan hak atas tanah kini dapat...

Nasional

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

JAKARTA, Bisnistoday - Kabar duka menyelimuti dunia seni dan politik Indonesia. Putra...