JAKARTA, Bisnistoday – Harga minyak naik lebih dari 2 persen pada perdagangan awal Senin (1/6/2026) setelah Israel memerintahkan pasukannya untuk bergerak lebih jauh ke Lebanon, meskipun gencatan senjata telah diumumkan lebih dari enam minggu lalu.
Harga minyak mentah berjangka AS, misalnya, naik US$2,37 atau 2,71 persen menjadi US$89,73 per barel pada pukul 10.17 GMT. Sementara harga minyak mentah berjangka Brent juga naik US$2,07 atau 2,27 persen menjadi US$93,19 per barel.
Brent dan WTI masing-masing turun 1,8 persen dan 1,7 persen pada hari Jumat lalu karena ekspektasi bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Namun, fakta di lapangan, konflik di Timur Tengah, masih memanas. Di Lebanon, pasukan Israel, yang merupakan sekutu AS, dan pejuang Hizbullah yang mendapat dukungan Iran, masih bertempur.
Pihak Hizbullah mengatakan telah menembak jatuh drone Hermes 450 Israel di sektor barat Lebanon selatan menggunakan rudal dari darat pada pukul 19.30 waktu setempat (Minggu).
Serangan Israel
Dalam sebuah pernyataan di Telegram, mereka mengatakan bahwa serangan itu sebagai tanggapan atas pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata.
Pasukan Israel telah beberapa kali menyerang kota-kota di Lebanon selatan dalam beberapa jam terakhir pada Minggu malam. Di Tyre, setidaknya tiga serangan udara menghantam pusat kota.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan-serangan tersebut menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai 19 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
Di sebelah timur, pasukan Israel juga melancarkan beberapa serangan terhadap desa-desa dan kota-kota, serta serangan besar-besaran menuju Kastil Beaufort, sebuah benteng strategis di puncak bukit yang menghadap Sungai Litani.//

