JAKARTA, Bisnistoday – Gelombang panas diperkirakan bakal menyelimuti sebagian besar wilayah tengah dan timur Amerika Serikat pekan ini. Hal itu lantaran adanya Heat Dome (‘kubah panas’) yang menyelimuti wilayah tersebut, sehingga membuat suhu dan kelembapan yang sangat tinggi.
Menurut prediksi, di beberapa tempat suhu bisa terasa seperti 46 derajat Celcius (115 derajat Fahrenheit). Badan Layanan Cuaca Nasional (NWS), yang menyebut kondisi tersebut berbahaya untuk kesehatan.
Lantas apa sebenarnya fenomena cuaca yang dikenal sebagai kubah panas itu? dan mengapa ia dapat memicu gelombang panas menjadi lebih intens dan tak tertahankan?
Kubah panas adalah area tekanan tinggi yang luas, terbentuk ketika udara hangat mengalir ke utara, yang bertindak seperti penutup di atas atmosfer, memerangkap udara panas di dekat permukaan tanah.
Saat udara turun, ia terkompresi dan semakin hangat. Pada saat yang sama, sistem tekanan membantu mencegah udara dingin dan badai masuk, memungkinkan panas menumpuk di permukaan dan tetap terperangkap di sana. Dengan sedikit awan dan sedikit angin, matahari memiliki akses yang lebih langsung ke tanah, menciptakan lingkaran umpan balik panas.
Kubah panas kerap dikaitkan dengan gelombang panas berkepanjangan yang dapat berlangsung selama berhari-hari.
Kubah panas sudah mulai terbentuk dan diperkirakan akan menguat dalam beberapa hari mendatang, menyebar dari wilayah tengah AS menuju pantai timur, dengan panas berbahaya yang berlangsung selama beberapa hari hingga hingga akhir pekan.
Banyak tempat diperkirakan akan mengalami suhu siang hari di kisaran 30-an derajat Celcius (100-an derajat Fahrenheit), tetapi kelembapan akan membuat suhu terasa jauh lebih panas.
Di beberapa bagian wilayah tengah dan timur AS, indeks panas – ukuran seberapa panas suhu terasa ketika kelembapan diperhitungkan – dapat mencapai antara 40C dan 46C (100F dan 115F).
Seperti dilansir Al Jazeera, ahli meteorologi NWS, Bryan Putnam mengatakan. “Ini adalah panas yang benar-benar dapat memengaruhi semua orang, terutama dengan orang-orang yang berada di luar ruangan menjelang akhir pekan liburan.”
Malam hari pun kondisinya tidak jauh berbeda, dengan perkiraan suhu akan tetap berada di kisaran 20 derajat Celcius (70 derajat Fahrenheit) sepanjang malam, menciptakan kondisi tidur yang berpotensi buruk bagi mereka yang tidak memiliki pendingin udara.
“Bahkan setelah matahari terbenam, cuacanya masih akan sangat panas,” kata ahli meteorologi senior AccuWeather, Alan Reppert. “Kita berada pada pola cuaca yang benar-benar akan panas selama sebagian besar siang hari dan bahkan hingga malam hari.”
Wilayah terdampak
Kondisi paling berbahaya diperkirakan terjadi di wilayah yang membentang dari Great Lakes hingga Pantai Timur, di mana beberapa kota dapat mengalami hari terpanas mereka tahun ini. Kota New York, Philadelphia, Washington, Baltimore, Chicago, Indianapolis, Detroit, dan St. Louis diperkirakan akan terdampak, dengan suhu juga melonjak lebih jauh ke selatan di Dallas, Little Rock, dan Memphis.
Beberapa kota tersebut juga menjadi tuan rumah acara Piala Dunia FIFA. Di Philadelphia, penyelenggara telah mengubah jam operasional Fan Festival untuk dimulai lebih siang.
Kota-kota di seluruh AS menerapkan langkah-langkah darurat seiring dengan meningkatnya suhu. Pemerintah Chicago mengatakan akan membuka pusat pendinginan dan mengirim petugas kota untuk memeriksa warga yang rentan.//




































