www.bisnistoday.co.id
Selasa , 16 Juni 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Hasil Penelitian: 83,3% Pelajar Menilai Pancasila Bukan Idiologi Permanen
Humaniora

Hasil Penelitian: 83,3% Pelajar Menilai Pancasila Bukan Idiologi Permanen

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Krisis idiologi Pancasila semakin mendalam di kalangan generasi muda. Bahkan telah terjadi degredasi dan delusi pemahaman masyarakat terhadap idiologi Pancasila, dimana 83,3 persen pelajar SMA mengatakan bahwa Pancasila bukan idiologi permanen sehingga bisa diganti dengan idiologi lain.

Hal tersebut diungkapkan oleh promovendus Iskandar saat mempertahankan disertasi promosi doktor dalam bidang Komunikasi Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta, Rabu (21/05).

Dengan judul disertasi Analisis Diseminasi dan Resepsi Idiologi Pancasila Melalui Media Sosial (Studi Kasus YouTube BPIP RI), Iskandar menyebutkan, fenomena terjadinya degredasi pemahaman dan penghayatan idiologi Pancasila ini dapat ditingkatkan desiminasi melalui media sosial. “Dengan fakus pada desiminasi melalui media sosial, akan membuka peluang untuk meningkatkan kesadaran masyarakt terhadap nilai-nilai Pancasila dan memperkuat fondasi kebangsaan,” ungkap Iskandar.

Iskndar mengatakan bahwa tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana proses komunikasi BPIP dalam mendiseminasikan idiologi Pancasila melalui YouTube serta menjelaskan bagaimana posisi audiens dalam merespon konten yang disampaikan oleh BPIP melalui YouTube.

Penelitian ini, lanjut dia, menggunakan analisis dengan mengintegrasikan dua teori komunikasi yaitu teori resepsi Stuart Hall dan model komunikasi Lasswell. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.

Metode penelitian adalah studi kasus untuk menganalisis lebih terperinci dan mengamati bagaimana pesan idiologi Pancasila disebarkan, diterima, dan diproses oleh audien YouTube, serta faktor-faktor apa yang mempengaruhi proses tersebut.

Menurut Iskandar, hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi khalayak penonton kanal YouTube BPIP mayoritas pada posisi negosiasi. “Untuk mengubah resepsi khalayak dari posisi negosiasi menjadi posisi dominan, maka dibutuhkan gimik simbolik,” katanya.

Saran-saran diberikan untuk meningkatkan efektivitas desiminasi idiologi Pancasila, jelas Iskandar, termasuk penelitian yang lebih mendalam tentang respon audien, peningkatan kualitas konten, memperkuat keterlibatan audien, dan teruma memantau danpak desiminasi idiologi Pancasila melalui media sosial.

Selain itu, jelas Iskandar, saran juga mencakup pemberian hadiah atau beasiswa sekolah dan kuliah dari BPIP. Diharapkan bahwa penerapan saran-saran tersebut dapat meningkatkan keberhasilan diseminasi idiologi Pancasila dalam memperkuat kesadaran dan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila di kalangan masyarakat Indonesia.

Jenjang Pendidikan

Iskandar memulai jenjang pendidikan Strata 1 di Universitas Halu Oleo Kendari, lulus pada tahun 1993. Kemudian pada tahun 1995, melanjutkan studi S2 Jurusan Ekofisiologi Tanaman di Univ. Padjadjaran, Bandung. Selanjutnya, pada tahun 2001, melanjutkan Studi S3 di ITB Bandung Jurusan Mikrobiologi Tanah. Dan Pada tahun 2008, Kembali studi S2 pada Program Studi Magister Manajemen di Univ. Jayabaya, Jakarta. Kemudian, pada tahun 2017, melanjutkan studi di Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta.

Sebagai akademisi dan profesional, Doktor Iskandar, memiliki, pengalaman sebagai Dosen dan pernah menduduki jabatan sebagai Wakil Dekan I Fakultas Pertanian di Univ. Islam 45 Bekasi pada tahun 1997 hingga tahun 2000. Kemudian diangkat menjadi Staf Khusus Menteri Agama RI, periode 2001-2004./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rawa-rawa Mesopotamia yang kini berada di wilayah Irak Selatan. (dok: Unsplash/hasan Majed)
GLOBALHumaniora

Melacak Peradaban, Ilmuwan Telusuri Jejak Sungai Efrat

JAKARTA, Bisnistoday - Seperti halnya Babilonia, kota terbesar di Mesopotamia kuno, Uruk,...

Humaniora

STT GDC Perkuat SDM Digital Indonesia Lewat Program Pelatihan dan Pemberdayaan

CIKARANG, Bisnistoday - STT Telemedia Global Data Centres (STT GDC) memperkuat sumber...

Humaniora

17.843 Peserta Ikuti SPMB, Kota Bandung Hadirkan Layanan yang Cepat dan Responsif

BANDUNG, Bisnistoday - Di tengah besarnya perhatian publik terhadap pelaksanaan penerimaan murid...

Konferensi Riset
Humaniora

Indonesia Bagikan Praktik Baik Transformasi Digital PAUD di Forum Asia Tenggara

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan peran aktif...