www.bisnistoday.co.id
Senin , 12 Oktober 2026
Home EKONOMI Hingga 26 Agustus 2022, RI Alami Capital Outflow Rp126,85 Triliun
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Hingga 26 Agustus 2022, RI Alami Capital Outflow Rp126,85 Triliun

WASPADAI PELEMAHAN PERTUMBUHAN EKONOMI: Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Kemenkeu akan terus mewaspadai risiko pelemahan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2023 di tengah risiko pelemahan ekonomi global, sembari tetap mempertahankan optimisme
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Modal asing yang keluar Indonesia (capital outflow) hingga 26 Agustus 2022 mencapai Rp126,85 triliun. Hal ini terjadi sebagai dampak dari pengetatan likuiditas dan suku bunga di negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat (AS) sehingga Indonesia dan emerging countries lain terkena imbasnya.

“Meski demikian, Indonesia beruntung pada 2021 dan 2022 karena pemerintah berhasil menurunkan exposure kepemilikan asing dalam governement bonds yang sebelum pandemi Covid-19 mencapai 38,5 persen menjadi 15,34 persen,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (31/8).

Ia mengungkapkan, pada 26 Agustus 2022 foreign holders kita di 15,34 persen artinya meski terjadi movement capital outflow yang mencapai Rp126,85 triliun tapi dampak terhadap yield menjadi lebih bisa dikelola.\

Hal tersebut seiring pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) yang terus menjaga stabilitas Surat Berharga Negara (SBN) sehingga kinerjanya relatif stabil.

Sri Mulyani menuturkan kinerja SBN dalam periode bergejolak ini relatif dalam situasi yang baik dibanding negara lain seperti AS yang yield US Treasury-nya melonjak lebih dari 100 persen.

Dalam hal ini, Indonesia secara year-to-date (ytd) juga mengalami kenaikan dari bonds 10 tahun di 12,4 persen, sedangkan Filipina 28,7 persen dan Meksiko 17,5 persen.

“Ini adalah suatu yang harus kita jaga karena berhubungan dengan cost of fund dari pembiayaan kita,” tegas Sri Mulyani.

Sementara sebelum terjadi pandemi Covid-19 yakni pada 2019, emerging countries sempat menikmati capital inflow sekitar 70 miliar dolar AS, sedangkan pada 2022 terjadi capital outflow hingga minus 50 miliar dolar AS.

“Ini adalah reverse terhadap keberadaan hard currency terutama dolar yang sangat menentukan banyak negara,” kata Sri Mulyani./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menperin Sarmuji
Ekonomi & Bisnis

Menperin Sarmuji: Industri Hijau Bukan Sekadar Kewajiban, tetapi Peluang Ekonomi Baru

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menegaskan transformasi menuju industri hijau...

Ekonomi & Bisnis

Ketika Semua Bank Mulai Terlihat Sama, Bagaimana Memenangkan Preferensi dan Loyalitas Customer?

Jakarta, Bisnistoday.co.id,—Persaingan di industri financial services kini tidak lagi semata-mata soal siapa...

Ekonomi & Bisnis

Super Emas Buka Cabang ke 8, Reza Rizky Darmawan: Kita Selalu Transparan Dalam Menilai Kadar

Bogor, Bisnistoday.co.id,- Toko Super Emas yang menjadi pioneer dan selalu siap menerima...

Ekonomi & Bisnis

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 : Buka Kesempatan Bisnis Indonesia Ke Dunia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Pameran business-to-business (B2B) internasional di sektor makanan dan minuman,...