www.bisnistoday.co.id
Selasa , 21 April 2026
Home BURSA & KORPORASI IHSG dan Rupiah Melemah
BURSA & KORPORASI

IHSG dan Rupiah Melemah

IHSG melemah
IHSG dan rupiah pada perdagangan Jumat (14/06) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (28/9) ditutup melemah 9,38 poin ke posisi 6.113,11. Sementara indeks LQ45 turun 1,43 poin ke posisi 859,88.

Pelemahan IHSG kali ini dipengaruhi  terkoreksinya mayoritas indeks di bursa Wall Street seiring naiknya yield obligasi AS.

Tim Riset Indo Premier Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (28/9) menyebutkan, naik signifikannya harga batu bara, aksi beli investor asing, dan semakin diperlonggarnya aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang salah satunya membolehkan kegiatan skala besar seperti konser belum mampu mengangkat IHSG.

Dibuka melemah, IHSG bergerak fluktuatif sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG terus berada di teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor meningkat di mana sektor energi naik paling tinggi yaitu 6,98 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor barang konsumen primer masing-masing 2 persen dan 0,03 persen.

Sedangkan delapan sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 1,97 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor keuangan masing-masing minus 1,53 persen dan minus 1,14 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp738,19 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.645.618 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,99 miliar lembar saham senilai Rp13,84 triliun. Sebanyak 179 saham naik, 330 saham menurun, dan 152 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia pada Selasa sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 56,1 poin atau 0,19 persen ke 30.183,96, indeks Hang Seng naik 291,61 poin atau 1,2 persen ke 24.500,39, dan indeks Straits Times terkoreksi 19,49 poin atau 0,63 persen ke 3.080,81.

Rupiah Melemah

Sementara  nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 20 poin ke posisi Rp14.273 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.253 per dolar AS. Pelemahan dipicu oleh kenaikan imbal hasil atau yield obligasi Amerika Serikat (AS).

“Dolar AS bergerak solid karena ditopang kenaikan tingkat imbal hasil obligasi AS,” tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya seperti dikutif Antara.

Tingkat imbal hasil obligasi AS terdorong lebih tinggi karena perubahan nada yang cenderung hawkish oleh bank sentral AS, Federal Reserve (Fed).

The Fed pada pekan lalu mengumumkan bahwa bank sentral mungkin akan segera memulai pemangkasan stimulus paling cepat pada November dan diikuti kenaikan suku bunga yang mungkin akan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Selain itu jumlah pejabat Fed yang saat ini melihat adanya kenaikan suku bunga pada 2022 pun bertambah.

Semalam tiga pejabat The Fed mengatakan siap untuk menarik langkah-langkah dukungan ekonomi meskipun mereka tidak melihat adanya ancaman dari inflasi.

Dalam pidato terpisah, Gubernur Fed Lael Brainard dan Presiden wilayah New York John Williams, serta dari Chicago Charles Evans, semuanya menunjukkan kenyamanan dengan pengetatan kebijakan fase pertama, dengan pemangkasan bertahap dalam pembelian obligasi bulanan yang telah memberikan dukungan untuk pasar dan ekonomi.

Meskipun begitu, mereka menekankan bahwa langkah tersebut yaitu pemangkasan pembelian obligasi, belum tentu menjadi sinyal lanjutan untuk kenaikan suku bunga.

Selanjutnya pada hari ini fokus pasar akan tertuju ke testimoni Ketua The Fed Jerome Powell di hadapan Senat AS yang dijadwalkan pukul 21:00 WIB malam nanti.

Jika Jerome Powell memberikan sinyal pengetatan kebijakan moneter dari lembaganya, hal itu berpotensi memicu penguatan dolar AS. Namun, jika Jerome Powell tidak memberikan sinyal pengetatan, berpeluang memicu pelemahan dolar AS.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.262 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.256 per dolar AS hingga Rp14.282 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke posisi Rp14.269 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.258 per dolar AS./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Panama City (dok: Unsplash/Sol Cerrud)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisGLOBALKawasan Global

Para Konglomerat Sembunyikan Pajak Senilai 3% dari PDB Global

JAKARTA-Bisnistoday: Lembaga nirlaba internasional, Oxfam mengungkapkan orang-orang superkaya di dunia diduga menyembunyikan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Luncurkan Logo Baru dan Identitas Visual Perusahan

JAKARTA, Bisnistoday – PT Asuransi BRI Life mengumumkan perubahan logo perusahaan sebagai...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Catat Pertumbuhan Signifikan, Raih Laba Rp954 Miliar

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life membukukan pertumbuhan bisnis yang signifikan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Kembali Meraih Penghargaan “Indonesia Best Digital Innovation Award 2025”

JAKARTA, Bisnistoday – BRI Life meraih penghargaan Indonesia Best Digital Innovation 2025...