Press "Enter" to skip to content

IHSG dan Rupiah Menguat

IHSG dan Rupiah pada perdagangan Kamis (10/6) ditutup menguat

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Birsa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (10/6) ditutup menguat 60,06 poin ke posisi 6.107,54. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeksngan LQ45 naik 6,51 poin atau 0,72 persen ke posisi 905,42.

“Sentimen positif yang mendorong laju penguatan indeks hari ini adalah rilis data penjualan eceran Indonesia April yang menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 15,6 persen (yoy) atau mencapai yang tertinggi sepanjang lima tahun terakhir,” ungkap Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (10/6).

Sedangkan secara bulanan penjualan eceran tumbuh 17,3 persen. Pertumbuhan positif itu yang pertama kali terjadi sejak Desember 2020 lalu. Capaian tersebut sekaligus lebih baik jika dibandingkan kondisi bulan Maret.

Kontribusi kenaikan penjualan eceran disumbang oleh segmen makanan, minuman dan tembakau yang tumbuh 26,7 persen, sementara segmen informasi  dan komunikasi terkontraksi sebesar 38,8 persen. Secara bulanan penjualan eceran tumbuh 17,3 persen.

Sementara itu, Jepang kembali optimistis terhadap perekonomiannya yang akan pulih setelah kenaikan kasus Covid-19 melanda negara tersebut. PM Jepang menargetkan distribusi vaksin selesai di antara bulan Oktober-November.

Sementara itu Gubernur bank sentral China mengumumkan tingkat inflasi saat ini masih dalam kendali setelah data PPI Mei tumbuh 9 persen atau yang tertinggi selama 10 tahun terakhir akibat naiknya harga beberapa komoditas dunia.

IHSG dibuka menguat dan berada di teritori positif sepanjang sesi pertama dan sesi kedua perdagangan saham hingga akhirnya ditutup naik.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat dimana saham sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 9,6 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor barang konsumen non primer masing-masing 1,64 persen dan 0,93 persen. Sedangkan dua sektor terkoreksi yaitu saham sektor barang baku dan sektor properti dan real estat masing-masing sebesar 0,56 persen dan 0,16 persen

Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau “net foreign sell” sebesar Rp44,82 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.290.517 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,26 miliar lembar saham senilai Rp12,04 triliun. Sebanyak 267 saham naik, 201 saham menurun, dan 177 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 97,76 poin atau 0,34 persen ke 28.958,56, indeks Hang Seng turun 3,75 poin atau 0,01 persen ke 28.738,88, dan indeks Straits Times meningkat 15,26 poin atau 0,48 persen ke 3.168,73.

Rupiah Menguat

Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 7 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.248 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.255 per dolar AS.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia juga menguat disamping investor yang mencermati rilis data Inflasi AS malam ini. Sikap investor yang cenderung melihat arah kebijakan Bank Sentral AS The Federal Reserve yang belum akan merubah kebijakan moneternya, membuat mata uang rupiah menguat./

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *