www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 12 September 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG dan Rupiah Terkoreksi
Bursa

IHSG dan Rupiah Terkoreksi

IHSG ditutup turun
IHSG pada perdagangan Selasa (02/07) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Di tengan bursa regional Asia menguat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (02/07) ditutup melemah 14,48 poin ke posisi 7.125,14. Sementara indeks LQ45 turun 3,93 poin ke posisi 892,71.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyebutkan, rilis Institut for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa aktivitas manufaktur AS stagnan di angka 48,5 dibandingkan dengan 48,7 pada bulan sebelumnya, atau di bawah angka 50 sehingga mengalami kontraksi.

Dengan demikian, hal tersebut memberikan gambaran bagaimana kondisi ekonomi AS, sehingga memberikan peluang terhadap pemangkasan suku bunga acuan The Fed.

Sementara itu, Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki menegaskan kembali pada Selasa (2/7) bahwa pemerintah tetap waspada terhadap pergerakan mata uang, dengan menyatakan bahwa tingkat nilai tukar mata uang asing mencerminkan berbagai faktor yang kompleks.

Selain itu, pasar di topang oleh harga minyak mentah berjangka Brent yang naik di atas 86,8 dolar AS per barel dan WTI naik ke 83,38 dolar AS per barel.

Hal tersebut seiring prospek permintaan yang lebih tinggi selama musim panas dan spekulasi terhadap penurunan suku bunga The Fed juga mendukung harga minyak, setelah moderasi inflasi AS baru-baru ini memicu optimisme terhadap penurunan suku bunga lebih awal.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat dipimpin oleh sektor energi yang naik sebesar 1,44 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing naik sebesar 0,71 persen dan 0,28 persen.

Sedangkan, tujuh sektor turun yaitu sektor industri turun paling dalam minus 1,43 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor kesehatan yang masing- masing turun sebesar 1,25 persen dan 0,96 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu LABA, WIKA, KPIG, ATLA dan GDST. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KJEN, IBOS, BULL, TOSK dan DATA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 979.69 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 13,66 miliar lembar saham senilai Rp10,16 triliun. Sebanyak 261 saham naik 270 saham menurun, dan 251 tidak bergerak nilainya.

Baca juga: IHSG Melemah Seiring Turunnya Harga Saham Sektor Teknologi

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 443,59 poin atau 1,12 persen ke 40,074,69, indeks Hang Seng menguat 50,53 poin atau 0,29 persen ke 17.769,14, indeks Shanghai menguat 2,28 poin atau 0,08 persen ke 2.997,01, dan indeks Strait Times menguat 27,55 poin atau 0,83 persen ke 3.366,12.

Rupiah Merosot

Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa ditutup merosot di tengah pasar menantikan rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS). Pada akhir perdagangan Selasa, rupiah turun 75 poin atau 0,46 persen menjadi Rp16.396 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.321 per dolar AS.

“Pelaku pasar masih mewaspadai tekanan yang bisa terjadi lagi terhadap rupiah pekan ini karena pekan ini masih banyak data penting akan dirilis dari Amerika Serikat di antaranya data tenaga kerja versi pemerintah yaitu non farm payrolls,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra seperti dikutif Antara, Selasa.

Pelaku pasar juga masih mengantisipasi pidato atau pernyataan dari gubernur bank sentral AS atau The Fed nanti malam dan notulen rapat bank sentral AS yang akan dirilis pada Kamis dini hari.

Pasar akan memantau apakah data ekonomi AS dan pernyataan dari bank sentral tersebut akan condong mendukung pemangkasan suku bunga acuan AS atau tidak.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke level Rp16.384 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.355 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...