JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (15/11) berada di teritori positif mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia.
IHSG ditutup menguat 16,11 poin atau 0,23 persen ke posisi 7.035,5. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,34 poin atau 0,33 persen ke posisi 1.004,36.
“IHSG bergerak fluktuatif sejalan dengan adanya ekspektasi secara jangka pendek meredanya perang dingin antara AS dan China setelah pertemuan damai yang dilangsungkan sehari sebelum pertemuan G20 di Bali,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo dalam ulasannya di Jakarta, Selasa (14/11).
Kedua negara tersebut memberikan sejumlah isu termasuk menentang penggunaan senjata nuklir dalam invasi Rusia ke Ukraina.
Di samping itu, isu ketegangan Taiwan juga menjadi fokus utama di mana Presiden China Xi Jinping menekankan bahwa Taiwan tetap menjadi kepentingan inti China yang tidak dapat dilintasi dalam hubungan AS-China.
Pernyataan Presiden AS Joe Biden juga menekankan untuk bersaing secara suportif dan tidak mencari konflik, menandakan bahwa dinamika ekonomi akan berlangsung lebih damai di tengah tekanan makro ekonomi yang akan menghadapi isu perlambatan ekonomi global hingga potensi resesi.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ZATA, TPMA, GDST, UFOE, dan COAL. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni FIRE, PICO, MEDS, KAEF, dan KRYA. .
Untuk saham-saham LQ45 yang mengalami penguatan terbesar yaitu AMRT, BBCA, ARTO, BRPT, dan MDKA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ASII, INTP, MNCN, SMGR, dan MEDC.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.465.776 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,45 miliar lembar saham senilai Rp13,86 triliun. Sebanyak 255 saham naik, 276 saham menurun, dan 176 tidak bergerak nilainya./ Ant








































