JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (12/8) ditutup menguat 51,24 poin ke posisi 6.139,65. Sementara Indeks LQ45 naik 13,52 poin ke posisi 845,84.
“IHSG menguat disebabkan sentimen positif yang datang dari AS di antaranya rilis tingkat inflasi di bulan Juli yang menunjukkan penurunan secara month on month sedangkan secara year on year inflasi cenderung tumbuh stagnan,” tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (12/8).
Hal tersebut dinilai oleh sebagian analis sebagai tanda bahwa kenaikan inflasi yang terjadi sebelumnya sudah melewati fase tertingginya dan sedikit mengurangi ketakutan investor akan pengurangan stimulus atau tapering off yang kemungkinan dilakukan Federal Reserve (Fed).
Membaiknya data ekonomi dan kinerja emiten serta tingkat vaksinasi yang tinggi di AS dan Eropa membuat fenomena flight to quality terjadi di Benua Asia untuk saat ini.
Dibuka menguat, IHSG sempat melemah namun tak lama kembali ke zona hijau hingga akhir sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua, IHSG relatif nyaman di teritori positif hingga akhirnya ditutup naik.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat dengan sektor infrastruktur naik paling tinggi yaitu 2,72 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor barang baku masing-masing 2,59 persen dan 2,09 persen.
Sedangkan dua sektor terkoreksi dengan sektor teknologi dan kesehatan turun paling dalam yaitu masing-masing minus 1,62 persen, diikuti sektor keuangan minus 0,6 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp506,01 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.520.797 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,34 miliar lembar saham senilai Rp16,01 triliun. Sebanyak 291 saham naik, 218 saham menurun, dan 138 tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 55,49 poin atau 0,2 persen ke 28.015,02, Indeks Hang Seng turun 142,34 poin atau 0,53 persen ke 26.517,82, dan indeks Shanghai meningkat 28,6 poin atau 0,9 persen ke 3.205,78.
Rupiah Stagnan
Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup stagnan atau sama dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.383 per dolar AS.
“Penurunan kasus Covid-19 cukup membantu rupiah dan pelemahan dolar AS disebabkan oleh data inflasi AS yang tidak setinggi harapan,” kata Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong seperti dilansir Antara, Kamis.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.395 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.378 per dolar AS hingga Rp14.395 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis menguat ke posisi Rp14.389 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.397 per dolar AS./

