www.bisnistoday.co.id
Selasa , 16 Desember 2025
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG pada Akhir Pekan Ditutup Melemah
BursaBURSA & KORPORASI

IHSG pada Akhir Pekan Ditutup Melemah

IHSG melemah
IHSG pada perdagangan akhir pekan, Jumat (01/03) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (23/6) ditutup melemah 12,53 poin ke posisi 6.639,73. Sementara indeks LQ45 turun 1,64 poin ke posisi 942,72. Pelemahan IHSG mengikuti turunnya bursa kawasa Asia.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya, Jumat (23/6) menyebutkan, pelemahan IHSG dan bursa kawasan Asia dipengaruhi oleh adanya ancaman inflasi dan agresivitas kebijakan moneter bank sentral.

“Kondisi tersebut setelah sikap pelaku pasar yang mencerna pernyataan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), Jerome Powell di hadapan komite perbankan Senat Amerika Serikat,” tulis tim riset tersebut.

Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell menyampaikan parlemen Amerika Serikat (AS) mendukung lebih banyak kenaikan suku bunga.

Sebelumnya, Bank of England (BoE), Swiss National Bank (SNB) dan Norges Bank menaikkan suku bunga acuan untuk meredakan kekhawatiran inflasi.

Bank of England secara mengejutkan menaikkan suku bunga yang lebih besar dari perkiraan pasar yaitu sebesar 50 basis poin, dan menyatakan bahwa data terbaru menunjukkan waktu yang lama untuk meredakan inflasi di Inggris.

Selain itu, Swiss National Bank dan Norges Bank juga menerapkan langkah-langkah pengetatan kebijakan, mengindikasikan kesediaan mereka untuk mengambil tindakan lebih lanjut, apabila diperlukan.

Pasar menilai masih terdapat ancaman inflasi, yang mendorong bank sentral semua negara untuk menggunakan kebijakan moneter yang agresif, sehingga akan memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dibuka Melemah

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor meningkat dipimpin oleh sektor barang baku sebesar 0,18 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor yang naik sebesar 0,33 persen.

Sedangkan, sembilan sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi turun paling dalam minus 1,13 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor energi yang masing- masing minus 0,80 persen dan 0,72 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu NAYZ, RELF, TAYZ, HOMI dan ASPI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni RAAM, GULA, KLAS, NTBK dan HATM.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 982.219 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,13 miliar lembar saham senilai Rp8,71 triliun. Sebanyak 168 saham naik, 358 saham menurun, dan 213 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 483,39 poin atau 1,45 persen ke 32.781,50, indeks Hang Seng melemah 328,37 poin atau 1,71 persen ke 18.889,97, dan indeks Strait Times melemah 31,26 poin atau 0,97 persen ke 3.191,17.

Sementara itu, Shanghai (Hong Kong) libur memperingati Festival Tuen Ng atau Perahu Perahu Naga./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Kirim Bantuan ke Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera Utara dan Sumatera Barat

JAKARTA, Bisnistoday –  Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial, PT Asuransi...

Bursa

Dibekali Teknologi AI, Analisis Pasar Saham Kini Bisa Secepat Kilat

JAKARTA, Bisnistoday - Dunia investasi dan trading multi-aset di Indonesia kini memasuki...

GEDUNG BEI
Bursa

Pasar Tunggu Rilis PDB Kuartal III, IHSG Berpeluang Mananjak Akhir Tahun

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir Oktober...

Mirae Asset Sekuritas
Bursa

Hadapi Dinamika Makroekonomi, Mirae Asset Tawarkan Lima Strategi Baru Lewat MAIA

JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya volatilitas pasar, PT Mirae...