www.bisnistoday.co.id
Senin , 26 Oktober 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Implementasi Industri 4.0 Sektor Manufaktur Perlu Ditingkatkan
Sektor Riil

Implementasi Industri 4.0 Sektor Manufaktur Perlu Ditingkatkan

KA Badan Kemenperin
KEPALA BADAN Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Andi Rizaldi./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday -Indonesia 4.0 Conference & Expo 2024 mengangkat tema “Together Towards the Sustainability” untuk membahas lebih lanjut mengenai implementasi teknologi industri 4.0 dari aspek keberlanjutan (sustainability) dinilai mampu menunjang aspek sustainability di sektor manufaktur. Karenanya, Implementasi Industri 4.0 di sektor industri mesti ditingkatkan.

“Dalam perspektif makro, aspek keberlanjutan dalam impIementasi industri 4.0 mencakup berbagai dimensi yang melibatkan peningkatan efisiensi sumber daya, pengurangan limbah, serta optimalisasi penggunaan energi dan material,” ujar Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Andi Rizaldi saat mewakili Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada pembukaan Indonesia 4.0 Conference and Expo 2024 yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIE) Kemayoran, Selasa (27/8).

Implementasi Industri 4.0, dengan jaringan penciptaan nilai yang terhubung secara cerdas, memungkinkan terciptanya siklus hidup produk yang tertutup (closed-loop product life cycles) dan simbiosis industri. Ini memungkinkan koordinasi yang lebih efisien dari aliran produk, material, energi, dan air di sepanjang siklus hidup produk serta antara berbagai pabrik. “Dalam konteks ini, keberlanjutan di implementasi industri 4.0 tidak hanya berfokus pada dimensi lingkungan, tetapi juga mencakup dimensi ekonomi dan sosial,” ungkap Kepala BSKJI.

Model bisnis yang berkembang dalam Industri 4.0 dapat mengintegrasikan keberlanjutan sebagai elemen inti. Bisnis yang berkelanjutan harus kompetitif dalam jangka panjang dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Sedangkan dalam perspektif mikro, Industri 4.0 memungkinkan pabrik dan proses produksi untuk lebih adaptif, efisien, dan ramah lingkungan, dengan fokus pada optimalisasi penggunaan sumber daya dan perbaikan kesejahteraan pekerja. Di tingkat mikro, organisasi manufaktur diatur secara terdesentralisasi, yang memungkinkan alokasi sumber daya (produk, material, energi, dan air) yang lebih efisien untuk menyesuaikan penggunaan sumber daya secara dinamis, sesuai dengan kebutuhan yang spesifik.

Aspek Lingkungan Berkelanjutan

Sustainability juga merupakan aspek yang diperhatikan dalam memilih Lighthouse Industri 4.0. Istilah Lighthouse Industri 4.0 mengacu pada perusahaan-perusahaan yang dipilih dan dinilai mampu oleh Kemenperin menjadi percontohan (role model) bagi industri lainnya dalam bertransformasi dan mengimplementasikan teknologi industri 4.0, serta memperoleh dampak finansial, operasional dan teknologi.

Program ini merupakan upaya Kementerian Perindustrian untuk mendorong perusahaan bertransformasi menuju industri 4.0. Perusahaan yang dipilih sebagai Lighthouse Industri 4.0 didorong untuk bertindak sebagai mercusuar untuk memandu industri lain dalam implementasi sekaligus menghadapi tantangan dan peluang dari teknologi industri 4.0. Saat ini, terdapat 29 Lighthouse Industri 4.0 sektor manufaktur di Indonesia.

Pemilihan perusahaan Lighthouse Industri 4.0 tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi industri 4.0, namun bagaimana implementasi teknologi industri 4.0 tersebut dapat terbukti memberikan dampak finansial dan operasional yang juga memperhatikan aspek sustainability, antara lain penurunan penggunaan energi, peningkatan efisiensi kerja, penurunan konsumsi bahan industri, penurunan biaya operasional dan peningkatan produktivitas.

Teknologi industri 4.0 seperti otomatisasi, Internet of Things (IoT), dan digitalisasi memungkinkan pengelolaan proses produksi yang lebih cerdas dan hemat energi, sehingga menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial.

“Sebagai contoh, capaian aspek sustainability pada tiga perusahaan Lighthouse Industri 4.0, yaitu PT. Indolakto, PT Akebono, PT Pupuk Kaltim, memberikan bukti bahwa implementasi teknologi industri 4.0 dapat mendukung perusahaan dalam hal line efficiency, energy efficiency, operational cost efficiency, dan operational efficiency,” ungkap Andi./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Sektor Riil

Menperin Sarmuji: Kebijakan Tembakau Tak Bisa dari Satu Perspektif, Nasib Tenaga Kerja Harus Diperhitungkan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id, – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa kebijakan terkait industri...

Sektor Riil

Incar Pusat Kuliner Utara Jakarta, The Pizza Company Buka di Mal Artha Gading

JAKARTA, Bisnistoday.co.id,- The Pizza Company membuka outlet keempatnya di Mal Artha Gading,...

Pameran China Expo
Sektor Riil

Promosi Terpadu di CAEXPO 2026 Tiongkok Catat Potensi Transaksi Rp2,03 Triliun

NANING, Bisnistoday.co.id - Paviliun Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi hingga USD 113,88...

Perkuat Kepedulian dan Manfaat bagi Masyarakat, PTPN IV PalmCo gelar aksi donor darah. (Dok:PTPN)
Sektor Riil

Perkuat Kepedulian pada Masyarakat, PTPN IV PalmCo Gelar Aksi Donor Darah

JAKARTA, Bisnistoday – Dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI), karyawan...