JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan Budi Santoso meluncurkan secara terbatas (soft launching) platform digital InaExport dengan sejumlah layanan baru di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (22/9). Peluncuran terbatas ini menandai dimulainya implementasi transformasi InaExport menjadi gerbang ekspor skala nasional (national export gateway). Mendag Busan berharap, layanan baru InaExport makin mendukung perluasan akses pasar ekspor produk- produk Indonesia berkualitas.
“Produk UMKM kita yang berkualitas perlu didukung dengan ekosistem yang ramah untuk merambah pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, kita perlu etalase yang dapat mempromosikan produk-produk tersebut. Salah satu etalase yang kita miliki adalah platform InaExport,” kata Mendag Busan.
InaExport yang dikelola Kemendag merupakan etalase digital dan wahana promosi bagi produk- produk lokal. Melalui peluncuran terbatas kali ini, Kemendag memperkuat InaExport dengan lima layanan utama yang dapat membantu eksportir dan buyer dalam satu ekosistem terintegrasi.
Layanan pertama, yaitu instrumen CEK Ekspor, digunakan untuk asesmen mandiri dan validasi eksportir. Tujuannya, untuk memetakan tingkat kesiapan ekspor hingga mengidentifikasi kebutuhan pembinaan, pembiayaan, promosi, maupun fasilitasi pasar. Kedua, layanan simulasi dan interaktif dalam bentuk Export Sandbox dan Chatbot. Layanan ini menyediakan informasi tarif, persyaratan, sertifikasi, regulasi, dan akses pasar, termasuk kalkulator ekspor untuk berbagai negara tujuan.
Ketiga, layanan inquiry yang menghubungkan permintaan buyer dengan eksportir berkomitmen serta memungkinkan pemantauan tindak lanjutnya. Keempat, Dashboard Peluang Ekspor yang menyediakan informasi intelijen, tarif preferensi di pasar tujuan ekspor. Kelima, penyediaan informasi pasar (market intelligence) dan layanan ekspor terintegrasi seperti informasi dan fasilitasi pameran, penjajakan bisnis (business matching), misi dagang, pitching, dan berbagai layanan pendukung lainnya.
Mendag Busan menjelaskan, pengembangan INAExport juga menjadi bagian dari upaya Kemendag dalam memperluas pasar bagi produk Indonesia. Upaya ini sejalan dengan tiga program utama Kemendag dalam mendorong perdagangan nasional. Pertama, Pengamanan Pasar Dalam Negeri yang mengoptimalkan besarnya pasar domestik agar diisi lebih banyak produk lokal.
Kedua, Perluasan Pasar Ekspor untuk membuka akses pasar bagi produk Indonesia melalui perjanjian perdagangan dengan negara mitra. “Saat ini, Indonesia memiliki 25 perjanjian dagang yang sudah terimplementasi,” kata Mendag Busan.
Ketiga, Dari Lokal untuk Global. Program ini terbagi dalam empat klaster, yaitu Usaha Mikro, kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor); Desa BISA Ekspor; Campuspreneur; dan Kemitraan UMKM. Pada UMKM BISA Ekspor, Kemendag telah memfasilitasi pitching dan business matching antara pelaku UMKM dan calon mitra dagang internasional melalui 46 perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara. “UMKM BISA Ekspor 2025 menghasilkan transaksi sebesar USD 134,87 juta. Untuk Januari-Agustus 2026, transaksi sudah mencapai USD 346,99 juta,” ujar Mendag Busan./









































