www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 20 Juni 2026
Home EKONOMI Indonesia Akan Pamerkan Mangrove ke Pemimpin G20
EKONOMI

Indonesia Akan Pamerkan Mangrove ke Pemimpin G20

Menteri Luhut Panjaitan meninjau hutan Mangrove di Bali, beberapa waktu lalu
Social Media

Probolinggo – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Pemerintah Indonesia akan memamerkan program rehabilitasi mangrove kepada pada para pemimpin G20.

Menko Luhut mengatakan program pengembangan dan rehabilitasi mangrove menjadi salah satu program unggulan Presiden Joko Widodo, di mana ditargetkan seluas 600.000 hektare lahan mangrove bisa direhabilitasi hingga 2024.

“Salah satu isu penting di G20 adalah perubahan iklim. Dan pemerintah Indonesia akan menjadikan mangrove sebagai show case kepada para Leaders di G20,” kata Menko Luhut pada sambutannya secara virtual dalam acara peluncuran Program Penanaman Mangrove di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis.

Ia meminta agar program rehabilitasi mangrove bisa disiapkan dengan optimal guna menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjaga lingkungan dan menahan laju perubahan iklim.

“Saya minta kita siapkan sebaik-baiknya program mangrove kita untuk menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga iklim dunia,” kata Menko Luhut.


Deputi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Hendiarti menjelaskan program rehabilitasi mangrove merupakan program prioritas nasional yang sudah dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

“Program ini pun sudah dimasukkan dalam Perpres Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) untuk percepatan rehabilitasi mangrove 600 ribu hektare sampai 2024,” katanya.

Nani menjelaskan dari target tersebut, khusus tahun 2021 awalnya ditargetkan rehabilitasi mangrove seluas 100 ribu hektare. Namun, karena pandemi Covid-19 di mana terjadi pembatasan, maka tahun ini pemerintah hanya bisa fokus pada penyediaan bibit.

“Target tercatat oleh kami sekitar 40 ribuan hektare tahun ini. Tapi nanti akan kami update sampai akhir tahun karena angka tersebut hanya yang tercatat dari kementerian/lembaga. Kalau BUMN, sektor swasta sampai pemerintah daerah, itu nanti juga akan ikut dicatat,” katanya.

Nani menambahkan dengan skema ambisius dan kemitraan strategis dengan berbagai pihak, diharapkan target tahun 2022 seluas 150 ribu – 200 ribu hektare rehabilitasi lahan mangrove akan bisa tercapai.

“Bank Dunia, Jerman, dan Uni Emirat Arab (UEA), juga akan memberikan dukungan mulai tahun depan. Tahun depan targetkan bisa minimal double atau triple, sekitar 150 ribu-200 ribu hektare (rehabilitasi mangrove),” katanya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

APKLI P
EKONOMIEkonomi Rakyat

Ketum APKLI Perjuangan : Pedagang Ogah Daftar NIB Takut Diburu Pajak

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah ingin mendorong para pedagang kelas usaha mikro untuk...

Bank Indonesia
EKONOMIPerbankan & Asuransi

Pengamat Perbankan : Kenaikan BI Rate Menjadi 5,75 Persen Sebagai Langkah Antisipatif

JAKARTA, Bisnistoday - Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) memutuskan untuk...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Tingkatkan Kemampuan Digitalisasi Pengusaha Mikro

BALIKPAPAN, Bisnistoday – Kementerian UMKM memberikan pelatihan digitalisasi kepada pengusaha mikro melalui...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Lima Isu Krusial dalam RUU Perkoperasian, Salah Satunya Pembentukan LPS Koperasi

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah dan DPR memulai pembahasan tingkat pertama Rancangan Undang-Undang...