JAKARTA, Bisnistoday – Kabar Bank Dunia yang menyatakan Pendapatan rata-rata per kapita Indonesia, sudah mencapai 4.580 dollar AS/kapita sungguh melegakan. Dengan ini, bahwa Indonesia masuk negara berpendapatan menengah atas dengan batas atas negara pendapatan menengah bawah ukuran Bank Dunia per Juli 2023 sebesar 4.466 dolar AS/kapita.
Awalil rizky Awalil Rizky, Ekonom Bright Institute membenarkan bahwa Indonesia “naik kelas,” dinyatakan oleh bank dunia awal Juni 2023 lalu sebagai negara dengan pendapatan menengah ke atas. Hanya saja, sesungguhnya ranking pendapatan per kapita Indonesia masih dibawah.
“Kalau negara yang terjebak dalam midle income trap adalah yang tetap ‘bermain’ di level 4.466-13.845 Dollar AS/kapitas itu, terutama di tengah atau tengah ke bawah dari angka itu. Sementara Indonesia naik kelas tapi hanya 4.580 Dollar AS/kapita. Jadi hanya naik sedikit sekitar 100 point dari batas bawah,” ungkap Awalil Rizky saat diskusi Twitter Space INDEF; “Indonesia Naik Kelas, Kapan Bisa Lepas dari Middle Income Trap” di Jakarta, Kamis (20/7).
Menurtu Rizky, Indonesia juga pernah tahun 2019 naik melampaui batas bawah tapi hanya kisaran 50 – 100 Dollar AS /kapita. “Nah pada 2020 ketika Covid 19 kita kembali ke menengah bawah. Setelah 2 tahun paska covid 19, Indonesia memang naik tapi masih di “ranking bawah,” tuturnya.
Ekonom Bright Institute ini mengutarakan, karena hanya naik 4.580, maka andai pada 2023 -2024 nanti ada guncangan seperti resesi maka bisa saja akan turun lagi ke batas bawah. “Itu artinya Indonesia masih jauh sekali dari batas untuk keluar dari midle income class,” cetusnya.
Ia menegaskan, bahwa China saja per definisi Bank Dunia di atas sesungguhnya belum menjadi negara maju karena hanya 12.850 USD/kapita. “Masih butuh 2-3 lompatan untuk menjadi negara maju.”
Seperti diketahui, Bank Dunia biasanya pada setiap tengah tahun membuat klasifikasi yang tidak tetap namun tidak banyak bergeser (hanya sekira 50 USD). Tahun 2022 diputuskan klasifikasi batas pendapatan menengah bawah batasnya adalah 4.466 Dollar AS/kapita sampai 13.845 Dollar AS/kapita di menengah atas. Negara berpendapatan tinggi/maju adalah yang di atas 13.845 Dollar AS/kapita.
Kejar Pendapatan Negara Maju
Dr Eisha M Rachbini, Chief Center of Digital Economy and SMEs, INDEF mengatakan, dalam roadmap 2045 visi Indonesia menjadi negara maju. Pada 2043 ditargetkan Indonesia sudah keluar dari midle income trap berarti hanya tinggal 20 tahun lagi.
Itupun, lanjut Eisha, bisa dicapai jika pertumbuhan ekonomi pada 2020-2025 sebesar 5,4%, lalu 2025-2030 harus tumbuh 5,9%, pada 2030-2035 harus tumbuh 6,7%, dan 2035-2040 sudah harus tumbuh 6,8%. “Pertanyannya sekarang, apakah kita mampu untuk tumbuh seperti itu?” ucapnya.
Eisha menambahkan, catatan-catatan yang muncul tentang kontribusi sektor pertanian dan manufaktur dan produktivitas sektor manufaktur yang mengalami trend terus menurun sejak 1998 sampai sekarang.
“Ini, bakal menjadi hambatan sekaligus tantangan agar bagaimana target-target pertumbuhan bisa agar bisa lepas dari negara midle income trap bisa diwujudkan,” terangnya.
Menurut Eisha, untuk menumbuhkan kembali sektor pertanian sebagai salah satu andalan dari natural resources, maka pertanian harus didasarkan pada research base, teknologi dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas di sektor agriculture.
“Jadi intinya adalah bagaimana agar produktivitas atau output bisa lebih besar dari input terutama di sektor agriculture,” tambahnya./



















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)



















