www.bisnistoday.co.id
Kamis , 1 Oktober 2026
Home GLOBAL ASEAN Indonesia Usung Tujuh ‘Priority Economic Deliverables’ 
ASEANGLOBAL

Indonesia Usung Tujuh ‘Priority Economic Deliverables’ 

KEKETUAAN ASEAN : Logo dan tema Keketuaan Indonesia untuk ASEAN 2023 merupakan semangat menjadikan ASEAN episentrum pertumbuhan dunia.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indonesia mengusung tujuh Priority Economic Deliverables (PED) sebagai bagian dari 16 PED ASEAN untuk dicapai pada keketuaan Indonesia tahun 2023 mendatang. Ke-16 PED tersebut telah disampaikan dalam Retret Pertemuan Pejabat Ekonomi Senior ASEAN (SEOM Retreat) pada 6–7 Desember 2022 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. Indonesia pun optimistis tujuh pilar ekonomi yang diusung Indonesia tersebut akan memberikan manfaat luas bagi kawasan. 

“Kami sangat optimistis pengusungan tujuh PED pada pilar ekonomi ini akan mendorong pertumbuhan kawasan melalui perwujudan pasar yang terintegrasi dan berdaya saing, penggerakan roda ekonomi secara berkelanjutan, dan pengakselerasian transformasi ekonomi digital yang inklusif,” ujar Direktur Perundingan ASEAN Kementerian Perdagangan selaku alternate SEOM Chair Dina Kurniasari dalam SEOM Retreat (6/12). 

Dina mengatakan, agenda terpenting dalam SEOM Retreat kali ini adalah penyampaian 16 PED untuk 2023. Sementara itu, khusus tujuh PED yang diusung Indonesia , ketujuhnya merupakan PED yang akan ditindaklanjuti dalam pertemuan SEOM/Menteri Ekonomi ASEAN (AEM). 

Ketujuh PED tersebut adalah kerangka kerja fasilitasi jasa ASEAN; penandatanganan protokol kedua untuk mengamendemen persetujuan terbentuknya persetujuan perdagangan bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru (AANZFTA); pembentukan unit pendukung RCEP di Sekretariat ASEAN, Jakarta; kerangka kerja ASEAN untuk inisiatif- inisiatif industri berbasis proyek; implementasi penuh e-Form D melalui ASEAN Single Window; pernyataan pimpinan negara untuk mengembangkan persetujuan kerangka kerja ekonomi digital ASEAN (DEFA); dan peta jalan standar harmonisasi ASEAN untuk mendukung implementasi sustainable development goals (SDG). 

Pertemuan SEOM Retreat kali ini pun menjadi pertemuan ASEAN perdana di bawah keketuaan Indonesia. Pada Pertemuan ini, Indonesia turut menyampaikan tema Keketuaan ASEAN 2023 yaitu “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”. 

Komite Gabungan

Pertemuan ini juga dilaksanakan berturut-turut dengan pertemuan intersesi ke-3 Komite Gabungan AANZFTA. Pertemuan tersebut membahas secara khusus upaya penyelesaian outstanding issues terkait perundingan upgrading AANZFTA, sebagaimana mandat para Menteri Ekonomi ASEAN, Australia, dan Selandia Baru agar semua pending issues diselesaikan pada pertengahan Desember 2022. 

“Penandatanganan protokol kedua untuk mengamendemen persetujuan terbentuknya AANZFTA merupakan salah satu PED Indonesia tahun 2023. Oleh karenanya, penting bagi seluruh pihak untuk dapat segera menyelesaikan seluruh outstanding issues pada tahun ini, sehingga PED dapat tercapai dan manfaat dari upgrading dapat segera dirasakan oleh seluruh pihak AANZFTA,” papar Dina./ 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Tokoh feminis Gloria Steinem (dokRichard Saker/The Observer)
GLOBAL

Aktivis Perempuan dan HAM, Gloria Steinem Tutup Usia

JAKARTA, Bisnistoday - Tokoh feminis yang juga seorang mantan jurnalis, Gloria Steinem,...

Petugas berusaha mencari korban banjir di Nepal. (cnsphoto/Reuters)
GLOBAL

Ribuan Korban Banjir di Nepal Belum Ditemukan

JAKARTA, Bisnistoday - Sejak banjir bandang melanda lembah-lembah Himalaya di Nepal dan...

Selat Hormuz (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
GLOBAL

AS-Iran Saling Serang, Ketegangan di Selat Hormuz Kembali Meningkat

JAKARTA, Bisnistoday - Pasukan Amerika Serikat menyerang peluncur tudal Milik Iran di...

Rudal Iran (dok:Unsplash/Moslem daneshzadel)
GLOBAL

AS Siapkan Sanksi Ekonomi Terberat untuk Iran

JAKARTA, Bisnistoday — Konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase baru...