JAKARTA, Bisnistoday – Pukul 23.00 WIB malam nanti, Inggris akan melakoni kiprah mereka di babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Republik Demokratik Kongo di Stadion Atlanta, Amerika Serikat. Akankah Inggris tersingkir seperti halnya Jerman dan Belanda?
Pertanyaan itu patut diajukan mengingat di fase gugur ini, semua tim bertarung ngotot. Ini adalah laga fase hidup mati untuk menentukan loos tidaknya ke fase berikutnya.
Di laga ini, Inggris wajar lebih difavoritkan karena memiliki kualitas pemain di atas lawannya. Namun, dalam Piala Dunia di mana kejutan dan gol kemenangan sering terjadi di menit-menit akhir, membuat pelatih Thomas Tuchel berhati-hati.
Ia bilang tidak akan ada rasa percaya diri yang berlebihan dari timnya melawan tim yang tidak memiliki apa pun untuk dipertaruhkan. Maksudnya, Kongo, sebagai underdog, tentu bakal tampil lebih lepas, sehingga Harry Kane dkk perlu ekstrawaspada.
Kekalahan Jerman dari Paraguay melalui adu penalti, begitu pula Belanda yang takluk di tangan Maroko, merupakan contoh bagaimana tim yang lebih diunggulkan, tidak begitu saja bisa lolos.
Brasil, yang bertabur bintang, bahkan harus membutuhkan gol kemenangan di menit-menit akhir untuk mengalahkan Jepang. Begitu pula Norwegia saat melawan Pantai Gading.
“Itu pertandingan yang ketat dan membantu kami untuk tidak terlalu berharap,” kata Tuchel kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
“Semua tim termotivasi dengan baik. Sulit bagi tim mana pun untuk mengalahkan tim lain, terutama ketika Anda datang sebagai favorit dan menghadapi tim yang tidak memiliki apa pun untuk dipertaruhkan.”
Kongo adalah salah satu tim tersebut. Meski kurang diunggulkan, mereka mampu menahan imbang Portugal di penyisihan. Mereka lolos ke babak 32 besar sebagai tim peringkat ketiga terbaik.
Adu Penalti
Meski begitu, Tuchel mengaku telah mempersiapkan segalanya untuk menghadapi laga ini. Pengalaman sulit ketika menghadapi Ghana dan Panama, jadi pelajaran bagi pasukan Tiga Singa.
“Kami memiliki semangat serta komitmen, kami memiliki kualitas untuk mengubah peluang setengah matang menjadi peluang nyata,” tegasnya.
Menurutnya, Inggris akan memanfaatkan setiap kesempatan sekecil apapun untuk lolos, termasuk kemungkinan jika harus melalui adu penalti.
“Biasanya kami tahu siapa yang akan mengambil tendangan penalti dan telah menentukan urutannya. Tetapi kami tidak tahu siapa yang akan menuntaskan pertandingan, jadi itulah penyesuaian yang harus Anda lakukan.”
Pada pertandingan malam nanti, Inggris akan bermain tanpa bek kanan Reece James yang cedera, begitu pula penggantinya saat melawan Panama, Jarell Quansah.
“Persaingan untuk masuk ke dalam skuad inti sangat ketat. Kami perlu memastikan kesiapan pemain,” tegas Tuchel.//







































