www.bisnistoday.co.id
Minggu , 15 Maret 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Investor Muda Fokus Membangun Portofolio di Market Volatile 2026
Ekonomi & Bisnis

Investor Muda Fokus Membangun Portofolio di Market Volatile 2026

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, literasi investasi menjadi semakin penting agar masyarakat dapat membangun keputusan keuangan yang lebih bijak serta menyusun kembali strategi investasi yang tepat sesuai dengan profil masing-masing.

Menurut Jovita Widjaja, CMO Nanovest, tahun 2026 bukan lagi era mengejar keuntungan instan.

“Saya melihat ada perubahan pola pikir investor, terutama generasi muda. Fokusnya bukan lagi sekadar mencari investasi yang cepat naik, tetapi bagaimana membangun portofolio yang sehat dan bertahan dalam berbagai kondisi pasar yang penuh ketidakpastian,” ujarnya di Jakarta, Kamis (26/2)

Pandangan tersebut sejalan dengan kondisi industri yang mulai bergerak menuju pendekatan investasi lebih disiplin. Tjoe Ay, CMO Jarvis Asset Management, menambahkan bahwa kalau untuk IHSG di tahun 2026 kita harus tetap melihat money flow di market.

“Kita expect Money flow dari institusi seperti dapen, insurance dan BPJS ditingkatkan, kalau institution flow meningkat maka saham fundamental akan mendapatkan more money flow. Jadi 2026, saham fundamental boleh di lirik,” tuturnya.

Sementara itu, Jason Nathanael, Investment Expert menyoroti bahwa pasar mulai memasuki fase yang lebih selektif. Investor didorong untuk memahami fundamental, bukan sekadar mengikuti tren.

“Lonjakan minat investasi masyarakat Indonesia semakin terlihat dari pertumbuhan jumlah investor saham domestik yang terus mencetak rekor baru. Di tengah volatilitas perdagangan IHSG yang tinggi, investor lokal mulai memperluas wawasan mereka dengan melirik saham Amerika Serikat sebagai alternatif investasi,” imbuhnya.

Tahun 2026 akan menjadi periode kedewasaan pasar dimana sektor finansial (JPMorgan, Visa, Mastercard) dan teknologi (NVIDIA, Microsoft) diprediksi tetap menjadi motor pertumbuhan melalui monetisasi nyata AI dan normalisasi aktivitas ekonomi.

“Untuk Emas diproyeksikan tetap kuat (higher for longer) sebagai aset safe haven utama, didukung oleh kebijakan pelonggaran Federal Reserve dan inisiatif global seperti Project Vault,” tuturnya.

Kombinasi antara aset pertumbuhan dan aset stabil dipandang sebagai strategi paling relevan, khususnya bagi Gen Z dan milenial yang mulai merencanakan keuangan jangka panjang.

Lebih lanjut Jason menjelaskan, Portofolio ideal ke depan bukan lagi soal memilih satu aset terbaik, melainkan mengkombinasikan beberapa peran aset.

“Aset pertumbuhan menangkap peluang ekonomi baru, sementara aset defensif menjaga daya beli. Investor muda justru punya keunggulan waktu, sehingga strategi seimbang sejak awal akan jauh lebih berdampak dalam jangka Panjang,” ungkap Jason.(E2-SANDI)

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

Aplikasi PINTU Luncurkan Pintu VIP, Program Eksklusif Bagi Trader Elite

JAKARTA, Bisnistoday – PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto...

Ekonomi & Bisnis

Percepat Ekspansi Bisnis Properti, REAL Gandeng Riscon Group

JAKARTA, Bisnistoday – PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) memperkuat langkah ekspansi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Perkuat Stabilitas Industri Asuransi, LPS Siapkan Program Penjaminan Polis

JAKARTA, Bisnistoday - Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Bidang Program...

GT Pejagan Pemalang
Ekonomi & Bisnis

Rafflesia Group Perkuat Kesiapan Operasional di Ruas Tol Jawa-Sumatra Menyambut Mudik Lebaran 2026

JAKARTA, Bisnistoday– Menyambut periode arus mudik dan balik Lebaran 2026, Rafflesia Group...