www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 1 Agustus 2026
Home NASIONAL & POLITIK Lingkungan ITDP Dorong Integrasi Kelembagaan Transportasi Jabodetabek
Lingkungan

ITDP Dorong Integrasi Kelembagaan Transportasi Jabodetabek

Transportasi publik di Jabodetabek
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday — Kawasan Jabodetabek mencatat lebih dari 4,4 juta pergerakan komuter setiap harinya, dengan sekitar 1,5 juta perjalanan komuter berasal dari wilayah Bodetabek menuju Jakarta.

Namun di balik angka itu, sistem transportasi yang melayani pergerakan tersebut masih dikelola secara terpisah oleh berbagai institusi lintas wilayah dan lintas kewenangan. Kondisi ini membutuhkan respons kebijakan yang menyeluruh dan lintas sektor.

Taufiq Hidayat Putra, Direktur Kemitraan dan Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur, Kementerian PPN/Bappenas menegaskan, lebih dari 1,5 juta perjalanan komuter dilakukan dari Bodetabek menuju Jakarta setiap harinya sehingga terdapat kebutuhan nyata integrasi pelayanan, tata kelola, dan sistem transportasi kawasan aglomerasi Jakarta.

“Kehadiran Rencana Induk Pembangunan Kawasan Aglomerasi (RIPKA) Jakarta nanti diharapkan akan menjawab itu: menyinkronkan perencanaan lintas wilayah dan sektor, agar layanan transportasi yang lebih terhubung dan berkualitas benar-benar terwujud di lapangan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (19/5)

Kondisi lapangan memang mencerminkan urgensi tersebut. Layanan Transjabodetabek yang kini melayani 18 rute hingga wilayah Bodetabek sebagian besar masih dibiayai dari APBD DKI Jakarta, sementara daerah yang dilayani belum memiliki mekanisme kontribusi yang jelas.

Tumpang tindih kewenangan antar lembaga dan fragmentasi pengelolaan aset transportasi lintas wilayah turut menyulitkan integrasi layanan di lapangan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa integrasi kelembagaan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

“Mobilitas masyarakat Jabodetabek tidak lagi dapat dilihat secara terpisah berdasarkan batas administrasi wilayah. Integrasi transportasi publik perlu terus diperkuat. Salah satu aspek penting yang harus dilaksanakan adalah integrasi kelembagaan transportasi, yang tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi benar-benar mampu mempercepat penyelesaian persoalan transportasi lintas wilayah, mengurangi beban emisi, dan meningkatkan kualitas layanan transportasi publik bagi masyarakat Jabodetabek,” kata Suharini Eliawati, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta

 Skala Aglomerasi

Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia bersama Yayasan Visi Indonesia Raya Emisi Nol Bersih (ViriyaENB) ITDP memandang persoalan system transportasi ini sebagai langkah awal dari proses yang lebih panjang untuk mengintegrasikan berbagai institusi, kewenangan, dan skema pendanaan transportasi di Jabodetabek.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, ITDP bersama ViriyaENB berkomitmen menghadirkan pemodelan transportasi skala aglomerasi Jabodetabek sebagai kontribusi bagi Jakarta menjelang peringatan 500 tahun kota ini pada tahun depan.

“Pemodelan berbasis data ini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan transportasi berkelanjutan di Jabodetabek ke depan,” ujar Gonggomtua Sitanggang, Direktur Asia Tenggara ITDP.

Urgensi pemodelan tersebut semakin nyata ketika melihat temuan-temuan yang muncul dari diskusi yang ada. Hambatan terbesar yang teridentifikasi bukan pada ketersediaan regulasi, melainkan pada tumpang tindih kewenangan antar lembaga, ketidakjelasan formula pembagian beban fiskal antarwilayah, serta fragmentasi pengelolaan aset yang menyulitkan integrasi layanan di lapangan.

Dibutuhkan formula pembagian beban fiskal yang adil dan berbasis data yang bukan hanya berdasarkan panjang rute atau jumlah penduduk, tetapi juga mempertimbangkan manfaat ekonomi yang diterima masing-masing wilayah.

“Pengembangan sistem tiket berbasis akun (Account-Based Ticketing) dinilai strategis sebagai fondasi data untuk menghitung kontribusi dan subsidi secara lebih akuntabel,” ucap Gonggom./E2

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Gelombang panas pengaruhi Lahan pertanian di Eropa (dok:Unsplash/Hannah Shedrow)
Ekonomi RakyatLingkungan

Gelombang Panas Pengaruhi Harga Pangan di Eropa

JAKARTA, Bisnistoday - Gelombang panas yang melanda Eropa pada Juni lalu diperkirakan...

Banjir di Inggris (Ilustrasi: Unsplash/Chris Gallagher)
GagasanLingkungan

Memaknai Berita Cuaca

BEBERAPA hari lalu, derasnya banjir bandang melintas di beranda media sosial saya....

Foto R
Lingkungan

AC dan Politik Kenyamanan dalam Budaya Urban

Air Conditioner (AC) atau alat pendingin ruangan, kini tengah jadi perdebatan seru...

Kubah Panas (dok: NOAA/Al Jazeera)
GLOBALLingkungan

Apa itu Kubah Panas yang dapat Memicu Suhu Ekstrem?

JAKARTA, Bisnistoday - Gelombang panas diperkirakan bakal menyelimuti sebagian besar wilayah tengah...