www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home EKONOMI Jaringan Irigasi di Hilir Bendungan Bintang Bano Dibangun
EKONOMI

Jaringan Irigasi di Hilir Bendungan Bintang Bano Dibangun

IRIGASI PERTANIAN : Pekerja tengah menyelesaikan pembangunan jaringan irigasi Bendungan Bintang Bano, Sumbawa Barat, baru-baru ini.
Social Media

SUMBAWA BARAT, Bisnistoday – Untuk mengoptimalkan pemanfaatan air dari Bendungan Bintang Bano, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I tengah melakukan rehabilitasi peningkatan Daerah Irigasi (DI) Kalimantong II (2.500 ha) dan pembangunan DI Bintang Bano (4.200 ha). Keduanya berada di hilir Bendungan Bintang Bano yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo kemarin (Senin, 14 Januari 2021). 

“Bendungan multifungsi Bintang Bano manfaatnya untuk irigasi lahan pertanian seluas 6.700 ha, dimana  4.200 ha dulunya tadah hujan dan belum diolah dengan baik. Diharapkan dengan adanya bendungan ini akan bisa ditanami padi 2 kali dalam setahun,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keteranganya di Jakarta, Minggu (16/1).

Menteri Basuki mengatakan, pembangunan bendungan harus diikuti dengan ketersediaan jaringan irigasinya. “Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat segera dimanfaatkan karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Menteri Basuki. 

Kepala BWS Nusa Tenggara I Hendra Ahyadi mengatakan, saat ini eksisting jaringan irigasi pada DI Kalimantong yang sudah ada seluas 2.500 ha tengah dilakukan rehabilitasi pada tahun 2022. “Selain itu juga telah terkontrak 4 paket pekerjaan untuk pembangunan jaringan irigasi DI Bintang Bano seluas 4.200 ha. Semuanya nanti akan menjadi satu sumber pengairan dari Bendungan Bintang Bano untuk untuk irigasi lahan pertanian seluas 6.700 ha,” kata Hendra. 

Hendra mengatakan, untuk pembangunan jaringan irigasi DI Bintang Bano seluruhnya ditargetkan akan rampung pada tahun 2023. Berdasarkan data untuk paket 1 pembangunan jaringan irigasi DI Bintang Bano dilaksanakan oleh kontraktor PT PP dengan nilai kontrak Rp233 miliar. 

“Lingkup pekerjaannya adalah pembangunan saluran irigasi sepanjang 1,93 km, pekerjaan bangunan irigasi Bintang Bano, pekerjaan peningkatan Jaringan Irigasi Kalimantong II (Kanan sepanjang 25,61 km dan Kiri sepanjang 23,22 km),pekerjaan Rehab Bendung Kalimantong II, dan bangunan penunjang,” ujar Hendra. 

Selanjutnya untuk paket 2, pekerjaannya mencakup pembangunan Saluran Irigasi Bintang Bano sepanjang 12 Km, pekerjaan Talang 4 unit, dan pekerjaan penunjang. Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT. Haka-Ananta, KSO dengan nilai kontrak Rp137 miliar. 

Sedangkan untuk paket 3 dikerjakan pembangunan Saluran Irigasi Bintang Bano sepanjang 11,33km, pekerjaan terowongan Moteng – Sekoto sepanjang 1.224 m, pekerjaan talang 8 unit, dan pekerjaan penunjang. Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT. Nindya Karya -Lestari KSO dengan nilai kontrak Rp238 miliar. 

Terakhir, untuk paket 4 dikatakan Hendra dilaksanakan pekerjaan Saluran Irigasi Bintang Bano sepanjang 20,603 km, pekerjaan talang 4 unit, dan pekerjaan penunjang. Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT. Brantas Abipraya-Taruna-Gemuntur, KSO dengan nilai kontrak Rp174 miliar./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Para pengunjuk rasa menuntut keringanan utang bagi negara-negara miskin dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Oktober lalu. (dok: Peerapon Boonyakiat/Sopa Images/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Utang Luar Negeri Semakin Mencekik Negara Miskin

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Negara-negara miskin kini semakin sulit untuk berinvestasi untuk masa...

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pembahasan RUU Perkoperasian Capai 80 Persen, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday – Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi menyampaikan pembahasan Rancangan...