JAKARTA, Bisnistoday – Pelaku usaha mikro yang berjualan makanan disepanjang trotoar mengaku omzetnya terus membaik pasca Pandemi Covid-19 mereda. Pedagang makanan kelontong juga merasakan keuntungan ditengah kembali banyaknya penggemar makanan Seblak mendatangi kiosnya.
“Alhamdulillah bisa jualan ya sekitar Rp400-Rp500 ribu setiap harinya disini. Lumayan membaik, banyak juga pelanggan yang datang,” ungkap Eny, pedagang Seblak di sepanjang jalan Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (24/7) malam.
Setiap porsinya, Eny menjual makanan Seblak seharga Rp12.000 rupiah. Apabila, Seblaknya tidak diberi tambahan ceker hanya dijual seharga Rp10.000 per porsinya. “ Kalau tanpa leher ayam atau kepala ayam lebih murah,” ujarnya.
Baca juga : Pertamina Bantu Pemulihan UMKM Pasca Covid-19
Eny mengaku telah berjualan sejak tahun 2010 lalu dengan menyewa tempat kios seharga 1 juta per bulan. Untuk berdagang juga masih membayar listrik sebesar Rp300 ribu per bulan.
“Sehat-sehat dan selalu optimis ya Bu, insyaAllah dikehendaki dan diridhoi Gusti Allah makin laris SEBLAKNYA makin dilimpahkan rezeki berkah manfaat untuk keluarga dan masyarakat,” tanggap Ali Mahsun Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Semesta (KERIS).
Ali Mahsun menuturkan, kondisi UMKM secara umum mulai sedikit merasakan untung dari geliat ekonomi pasca meredanya Covid-19. “Rasa optimisme ini, tidak semudah membalik telapak tangan. Suka tidak suka, realitas yang ada dihadapi dengan optimis dengan tetap kedepan berupaya untuk menggapai cita-cita,” tambah Ali.









































