www.bisnistoday.co.id
Rabu , 5 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Kasus Positif Covid-19 Naik, IHSG Melemah
BursaBURSA & KORPORASI

Kasus Positif Covid-19 Naik, IHSG Melemah

IHSG KEMBALI MELEMAH:
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (31/1) ditutup melemah seiring tren kenaikan kasus positif Covid-19 varian Omicron. IHSG melemah 154,36 poin ke posisi 6.631,15, sementara indeks LQ 45 tururn 10,14 poin ke posisi 939,63.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan mengatakan, pelaku pasar mencermati dua sentimen utama domestik untuk saat ini. “Pertama adalah tren kenaikan kasus harian Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Kedua adalah antisipasi rilis data pertumbuhan ekonomi oleh BPS pada 7 Februari 2022,” ujarnya.

Jumlah kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 di Tanah Air pada Minggu (30/1) kemarin mencapai 12.422 kasus sehingga total kasus mencapai 4,34 juta kasus. Khusus untuk kasus positif varian Omicron telah mencapai 2.156 kasus.

Sementara itu Pemerintah Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 akan berada di rentang 3,7 persen hingga 4 persen dengan potensi mendekati batas atas, seiring dengan positifnya kinerja ekspor Indonesia pada kuartal IV 2021.

Dibuka menguat, IHSG tak lama melemah namun kembali zona hijau jelang penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG tak lama kembali terkoreksi dan terus berada di teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat dengan sektor barang konsumen nonprimer naik paling tinggi  1,84 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor teknologi masing-masing naik 1,7 persen dan 1,14 persen.

Sedangkan lima sektor terkoreksi dnegan sektor keuangan turun paling dalam 0,42 persen, diikuti sektor properti & real estat dan sektor barang konsumen primer masing-masing turun 0,3 persen dan 0,25 persen

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp107,7 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp247,01 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.313.272 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,33 miliar lembar saham senilai Rp14,64 triliun. Sebanyak 292 saham naik, 242 saham menurun, dan 152 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 284,64 poin atau 1,07 persen ke 27.001,98, Indeks Hang Seng naik 252,18 poin atau 1,07 persen ke 23.802,26, dan Indeks Straits Times meningkat 3,26 atau 0,1 persen ke 3.249,59.

Rupiah Menguat

Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 7 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.368 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.375 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra mengatakan, sentimen pasar global terhadap aset berisiko menjadi positif hari ini. Indeks saham Asia seperti Nikkei dan Hang Seng ditutup positif. Indeks saham Eropa pun dibuka menguat.

“Sentimen positif ini mungkin ditopang oleh optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi global karena laporan penghasilan perusahaan yang terdaftar di bursa lebih bagus dari ekspektasi. Ada juga yang memanfaatkan buy on dip, beli di harga murah,” ujar Ariston.

Ariston menyampaikan pertumbuhan PDB AS pada kuartal IV 2021 yang melebihi ekspektasi juga mengonfirmasi potensi pemulihan ekonomi ke depan.

Ekonomi AS pada triwulan akhir tahun lalu tumbuh 6,9 persen, di atas perkiraan 5,5 persen.

“Tapi di sisi lain, arah harga masih bisa berbalik karena sentimen kebijakan pengetatan moneter The Fed dan kasus harian Covid-19 global yang terus meningkat,” kata Ariston.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.395 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.354 per dolar AS hingga Rp14.408 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp14.392 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.381 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Iman Sudargo
Bursa

Luno Indonesia Perkenalkan Iman Sudargo Sebagai ‘Country Head’

JAKARTA, Bisnistoday -  Luno aplikasi investasi aset kripto global yang berkomitmen menyediakan...

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...

GEDUNG BEI
Bursa

Penguatan Pasar Sangat Dipengaruhi Sentimen Isu Makro Ekonomi Global pada Semester II 2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound,...

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...