www.bisnistoday.co.id
Minggu , 7 Juni 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Kemendag Fokus Program Strategis untuk Dorong Ekspor dan Ketahanan Perdagangan Nasional
Ekonomi & Bisnis

Kemendag Fokus Program Strategis untuk Dorong Ekspor dan Ketahanan Perdagangan Nasional

Mendag Busan
MENDAG Budi Santoso saat CEO Insight di Jakarta./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan terus memperkuat tiga program prioritas guna menjaga ketahanan perdagangan nasional sekaligus mendorong kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Tiga program utama tersebut meliputi Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, serta UMKM BISA Ekspor (Berani Inovasi Siap Adaptasi Ekspor). “Ketidakpastian global tidak boleh membuat kita berhenti. Justru saat ini momentum untuk memperkuat fondasi perdagangan nasional melalui sinergi program nyata di lapangan,” ujar Mendag dalam acara CEO Insight, kemarin, di Jakarta.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian menuju 16th Kompas 100 CEO Forum bertema “Menyatukan Arah Indonesia Maju: Energi, Investasi, Talenta, dan Keberlanjutan.”

Perluasan Pasar dan Perlindungan Industri

Dalam paparannya, Budi Santoso menjelaskan bahwa penguatan pasar dalam negeri dilakukan dengan berbagai instrumen seperti trade remedies, antidumping, dan safeguard measures untuk melindungi industri nasional dari praktik perdagangan tidak adil.

Sementara itu, pada sektor ekspor, Kemendag fokus membuka akses pasar baru agar pelaku usaha tidak hanya bergantung pada mitra dagang tradisional. Tahun ini, dua perjanjian kerja sama komprehensif, Indonesia, Kanada CEPA dan Indonesia–Peru CEPA—telah ditandatangani dan menunggu ratifikasi. Selain itu, perundingan EU–CEPA dan Tunisia CEPA memasuki tahap akhir, serta perjanjian dengan blok ekonomi Eurasia dijadwalkan diteken di Rusia pada Desember mendatang.

“Sekarang tugas kita bersama adalah memastikan semua perjanjian ini dimanfaatkan secara optimal. Jangan sampai pintu pasar sudah terbuka, tapi kita tidak masuk,” tegas Mendag.

UMKM Siap Menembus Pasar Global

Kemendag juga terus memperluas manfaat ekspor melalui program UMKM BISA Ekspor, yang memanfaatkan 46 kantor perwakilan perdagangan di 33 negara. Program ini telah memfasilitasi lebih dari 1.000 UMKM dengan potensi transaksi ekspor mencapai Rp1,7 triliun.

“Sebanyak 70 persen peserta belum pernah ekspor sebelumnya. Pemerintah hadir mendampingi, mengkurasi produk, dan mempertemukan UMKM dengan buyer internasional. Kini, 700 dari 2.600 desa BISA Ekspor telah siap menembus pasar global,” tambah Budi.

Selain itu, Kemendag mendorong kemitraan erat antara ritel modern dan UMKM. Upaya ini menunjukkan hasil signifikan: jika sebelumnya hanya 15 persen produk UMKM terserap di jaringan ritel besar, kini angkanya melonjak menjadi 80 persen.

Fondasi Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Dalam forum yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap solid di tengah dinamika global. “Pertumbuhan ekonomi kuartal kedua mencapai 5,12 persen, inflasi terkendali di 2,86 persen, dan surplus perdagangan telah bertahan enam bulan berturut-turut,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Adi Prinantyo, menilai forum ini menjadi ruang penting bagi para pemimpin bisnis untuk bertukar pandangan strategis. “CEO Forum adalah wujud jurnalisme pembangunan—tidak sekadar melaporkan peristiwa, tetapi juga menumbuhkan harapan dan menghadirkan solusi,” ujarnya.

Arah Masa Depan: Energi, Inovasi, dan Keberlanjutan

Sejumlah narasumber turut berbagi pandangan strategis, di antaranya Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta, CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro, Managing Partner Skystar Capital Abraham Hidayat, serta Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara Rachmat Makassau.

Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara inovasi teknologi, investasi hijau, dan transformasi energi berkelanjutan sebagai pilar utama ekonomi masa depan Indonesia.

Forum ini akan menjadi masukan strategis bagi Kompas 100 CEO Forum 2025, yang hasilnya dijadwalkan disampaikan langsung kepada Presiden pada akhir November mendatang./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Jateng Pelopori Program Insersi Pendidikan Perkoperasian

SEMARANG, Bisnistoday — Pemerintah meluncurkan program Insersi Pendidikan Perkoperasian sebagai model pendidikan...

Mata uang AS, Dolar. (Unsplash/Niconor Brown)
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Dolar Bertahan di Level Tertinggi karena Konflik Terus Memanas

JAKARTA, Bisnistoday - Dolar bertahan di level tertinggi dalam dua bulan terakhir...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Bantuan Presiden Rp1,2 Triliun untuk Pemulihan UMKM Terdampak Bencana Sumatera

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah menyiapkan anggaran Bantuan Presiden (Banpres) Rp1,2 triliun untuk...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Neraca Perdagangan April 2026 Tetap Surplus, Ditopang Kenaikan Harga Ekspor Sejumlah Komoditas

JAKARTA, Bisnistoday - Kemendag menyatakan tren surplus neraca perdagangan untuk 72 bulan...