www.bisnistoday.co.id
Minggu , 6 September 2026
Home HEADLINE NEWS Kemendag : Harga Referensi CPO Menguat
HEADLINE NEWSSektor Riil

Kemendag : Harga Referensi CPO Menguat

Harga CPO
EKSPOR CPO : Kelapa Sawit Segar usai panen, di salah satu perkembunan, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/ CPO) untuk penetapan Bea Keluar (BK) dan tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BLU BPD-PKS), atau biasa disebut Pungutan Ekspor (PE), untuk periode 16-30 November 2023 adalah sebesar USD 750,54/MT.

Nilai ini meningkat sebesar USD 1,61 atau 0,22 persen dari periode 1—15 November 2023 yang tercatat USD 748,93/MT. Penetapan ini tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1911 Tahun 2023 tentang Harga Referensi Crude Palm Oil yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Periode 16-30 November 2023.

Sumber harga untuk penetapan HR CPO dimaksud diperoleh dari rata-rata harga selama periode 25 Oktober 2023—9 November 2023 pada Bursa CPO di Indonesia sebesar USD 734,60/MT, Bursa CPO di Malaysia sebesar USD 766,49/MT, dan Pasar Lelang CPO Rotterdam sebesar USD 820,68/MT.

Berdasarkan Permendag Nomor 46 Tahun 2022, bila terdapat perbedaan harga rata-rata pada tiga sumber harga sebesar lebih dari USD 40, maka perhitungan HR CPO menggunakan rata-rata dari dua sumber harga yang menjadi median dan sumber harga terdekat dari median sehingga harga referensi bersumber dari Bursa CPO di Malaysia dan Bursa CPO di Indonesia. Sesuai dengan perhitungan tersebut ditetapkan HR CPO sebesar USD 750,54/MT.

“Saat ini HR CPO mengalami peningkatan yang menjauhi ambang batas sebesar USD 680/MT. Untuk itu, merujuk pada PMK yang berlaku saat ini maka pemerintah akan mengenakan BK CPO sebesar USD 18/MT dan PE CPO sebesar USD 75/MT untuk periode paruh kedua bulan November 2023,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Budi Santoso.

Pengaruh Tingkat Harga

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK/0.10/2022 jo. Nomor 71 Tahun 2023, besar BK CPO periode 16-30 November 2023 berada pada kolom angka tiga lampiran huruf C yaitu sebesar USD 18/MT. Sementara itu, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK.05/2022 jo. Nomor 154/PMK.05/2022, besar PE CPO periode 16-30 November 2023 berada pada kolom angka 3 lampiran huruf C yaitu sebesar USD 75/MT. Nilai BK dan PE CPO tersebut tetap sama dengan periode 1-15 November 2023.

Peningkatan HR CPO ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain yaitu terdapat proyeksi penurunan produksi kelapa sawit di Indonesia dan adanya peningkatan permintaan minyak nabati dari Tiongkok sebagai negara konsumen utama produk CPO beserta turunannya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

KDAI Taipei
HEADLINE NEWS

KDEI Taipei Gelar Promosi Penjualan Paket Wisata ke Indonesia

TAIPEI, Bisnistoday - Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei menggelar misi...

Pabrikan BYD
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Pabrik BYD di Subang Tingkatkan Basis Manufaktur EV Dalam Negeri

JAKARTA, Bisnistoday- Seiring beroperasinya fasilitas produksi PT BYD Motor Indonesia di Subang,...

Presiden Prabowo
HEADLINE NEWSKawasan Global

Presiden Prabowo Hadiri Eastern Economic Forum (EEF) di Rusia

JAKARTA, Bisnistoday -Presiden Prabowo Tiba di Rusia Jadi Tamu Kehormatan di Eastern...