JAKARTA, Bisnistoday – Peningkatan kualitas pendidikan Indonesia yang berkelanjutan merupakan program prioritas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Melalui agenda Sosialisasi Rapor Pendidikan 2024, Kemendikbudristek meluncurkan Rapor Pendidikan untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekaligus menyosialisasikan pembaruan Rapor Pendidikan untuk pemerintah daerah dan satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Pemanfaatan data Rapor Pendidikan, baik di satuan pendidikan maupun pemerintah daerah, pada prinsipnya adalah sebagai dasar pembenahan dan perencanaan layanan pendidikan yang lebih tepat guna, yaitu untuk pembelajaran kepada anak-anak kita,” ujar Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PDM), Iwan Syahril, di Jakarta, Selasa (5/3).
Rapor Pendidikan menyajikan pembaruan data setiap tahunnya yang dapat digunakan sebagai referensi untuk menentukan prioritas pendidikan yang berkelanjutan. Data ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, mitra pembangunan, hingga orang tua peserta didik.
Berbasis Data
Berdasarkan data, seluruh pemerintah daerah sudah mengakses Rapor Pendidikan, dan 90% diantaranya telah memanfaatkan informasi tersebut untuk perencanaan dan penganggaran berbasis data. Begitu pun untuk satuan pendidikan, lebih dari 350 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia sudah mengakses Rapor Pendidikan, dan hampir 90% sudah memanfaatkan untuk pembenahan berbagai indikator pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, Kholid, membagikan pemanfaatan Rapor Pendidikan yang dilakukannya di daerah Pekalongan. Pada tahun 2022, ia menginisiasi kerja sama dengan guru dan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
“Kami membentuk Tim 23 yang bergerak turun ke lapangan untuk memberikan informasi hasil Rapor Pendidikan dan memberi pendampingan kepada sekolah-sekolah di daerah Pekalongan,” ujar Kholid.
Lebih lanjut, Kholid menjelaskan, bagi sekolah dengan hasil Rapor Pendidikan yang kurang maksimal, akan diberikan pendampingan untuk melakukan pembenahan, baik itu dari sisi pembelajaran, kompetensi guru, dan sebagainya. Adapun Tim 23 terdiri dari kepala sekolah, Guru Penggerak, operator, pengawas, dan dinas pendidikan.
Kepala SMK Negeri 1 Subang, Deden Suryanto, menyampaikan bagaimana Rapor Pendidikan membantu untuk mencapai lulusan vokasi yang berkualitas. Indikator penyerapan lulusan SMK dan link-and-match dengan dunia kerja pada Rapor Pendidikan merupakan tolak ukur SMK yang sesungguhnya dan tidak ada di platform sebelumnya. “Kami berhasil mendekatkan diri dengan dunia kerja dan melakukan sinkronisasi kurikulum. Apa yang dimiliki oleh sekolah dan apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja,” pungkasnya.
Selain itu Deden menambahkan, sejak mengikuti PBD, program-program yang ada di sekolahnya menjadi lebih tertata dengan baik. Pada tahun 2022 ada gradasi warna kuning literasi dan numerasi sehingga menjadi fokus kami dalam merancang program sesuai. Sehingga pada 2023 hasil literasi kami hijau dan menjadi pencapaian tertinggi.
“Program literasi dan numerasi kami berhasil signifikan dan progresnya meningkat. Cara kami melakukan PBD adalah dengan mengunduh rapor pendidikan untuk menganalisis hasil satuan pendidikan saya per indikator,” ujar Deden./







































