TANGERANG, Bisnistoday – Angka infertilitas di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dan memicu keprihatinan dari berbagai pihak. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengaitkan penurunan tingkat kesuburan nasional ini dengan kompleksitas berbagai faktor gaya hidup serta kondisi medis masyarakat saat ini.
Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa diperkirakan terdapat empat hingga enam juta orang di tanah air yang berjuang menghadapi masalah kesuburan. “Bagi sebagian orang, dua garis merah muda itu mungkin muncul semudah goresan pensil, namun bagi jutaan orang di Indonesia hal itu merupakan sesuatu yang telah lama dinanti,” tutur Dante, di Klinik Morula Indonesia, Tangerang, baru-baru ini.
Menanggapi krisis kesuburan nasional tersebut, Morula Indonesia mengambil langkah strategis dengan memperkuat pendidikan dan pelatihan fertilitas melalui kolaborasi internasional. Kemitraan ini dijalankan bersama Education Program in Reproduction and Development (EPRD) dari Monash University untuk membangun registri longitudinal hasil IVF yang transparan di Indonesia.
CEO PT Morula Indonesia, Dr. Ivan Rizal Sini, menegaskan bahwa kolaborasi riset dan pendataan ini bertujuan mendasar untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas layanan bayi tabung di dalam negeri. “Langkah berikutnya adalah membangun fondasi tersebut melalui data yang lebih kuat, hasil yang transparan, serta kolaborasi internasional yang lebih mendalam,” ujar Dr. Ivan.
Tak hanya fokus pada pengembangan basis data, Morula Indonesia juga resmi membuka Morula International Fertility Clinic (Morula IFC) di kawasan BSD City. Pusat layanan seluas 1.200 meter persegi ini dirancang khusus untuk memperluas akses perawatan kesuburan berstandar global bagi masyarakat Indonesia.
Dosen EPRD Monash University, Dr. Mulyoto Pangestu, menjelaskan pentingnya transparansi pengukuran keberhasilan program bayi tabung yang berfokus pada hasil akhir berupa kelahiran hidup. “Bagi pasien, pertanyaan yang penting bukan hanya apakah suatu transfer embrio menghasilkan kehamilan, tetapi juga seberapa besar kemungkinan pada akhirnya mencapai kelahiran hidup,” jelas Dr. Mulyoto.
Klinik fertilitas baru ini didukung penuh oleh tim ahli lintas negara serta fasilitas laboratorium modern yang memadukan keahlian internasional dan pemahaman mendalam atas kebutuhan keluarga lokal. Layanan terpadu yang diterapkan mengusung konsep Morula 360° Fertility Care demi memberikan kenyamanan serta privasi menyeluruh bagi setiap pasien.
Deputy CEO Morula Indonesia, Naveen K. Mantha, menyampaikan bahwa penerapan standar internasional ini merupakan bentuk komitmen jangka panjang dalam mendampingi perjalanan setiap pasangan secara konsisten. “Menjadi internasional berarti menggabungkan pengalaman global dan standar operasional yang kuat dengan pemahaman yang mendalam mengenai keluarga Indonesia,” kata Naveen.










































