www.bisnistoday.co.id
Rabu , 3 Juni 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Kemenperin Gelar Pelatihan Vokasi Industri di Medan
Ekonomi & Bisnis

Kemenperin Gelar Pelatihan Vokasi Industri di Medan

Pelatihan Vokasi
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perindustrian menyelenggarakan pelatihan vokasi industri, yang diikuti sebanyak 190 peserta di Medan. Pelatihan ini sebagai bagian untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor industri.

 “Kemenperin berkomitmen untuk terus menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan dunia industri saat ini. Langkah strategis ini dijalankan antara lain melalui pelaksanaan program pelatihan vokasi industri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/8).

Pelatihan vokasi tersebut melibatkan sejumlah Balai Diklat Industri (BDI) Medan, BDI Padang, dan BDI Makassar, serta diikuti oleh para peserta yang akan mendukung sektor industri makanan dan minuman, perkapalan, agro, serta kimia.

Menurut Kepala BPSDMI Masrokhan, industri-industri itu merupakan subsektor yang mendapat prioritas pengembangan karena memberikan kontribusi yang signfikan bagi perekonomian nasional. “Industri makanan dan minuman mencatatkan kinerja yang gemilang dari capaian nilai ekspor, yang menembus angka USD41,70 miliar selama tahun 2023. Sektor ini masih melanjutkan neraca dagang positif atau surplus di tahun 2023 sebesar USD25,21 miliar,” jelas Masrokhan

Sementara itu, sektor industri perkapalan juga sedang bertumbuh dan bangkit kembali, dilihat dari besarnya kebutuhan serta strategisnya transportasi kelautan di Indonesia. Jumlah industri galangan kapal di Indonesia sebanyak 250 perusahaan dengan kemampuan fasilitas 50 ribu DWT bangun baru dan 150 ribu DWT reparasi. Kapasitas ini perlu didukung SDM industri yang terampil di bidangnya.

“Kemudian, industri kimia dan agro juga merupakan sektor prioritas karena perannya sebagai basis industri manufaktur yang menghasilkan bahan baku untuk kebutuhan industri lainnya, seperti makanan, minuman, farmasi, dan berbagai industri lainnya,” lanjut Masrokhan.

Kepala BPSDMI menegaskan bahwa orientasi pelatihan harus sesuai dengan kebutuhan (demand driven) dari industri. “Oleh karena itu, para praktisi di industri terlibat langsung serta berperan pada penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), kurikulum dan modul pelatihannya. Penerapan inovasi pelatihan vokasi industri dilakukan melalui sistem 3 in 1, yaitu peserta dilatih, disertifikasi, dan ditempatkan pada perusahaan industri,” paparnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Seminar trading
Ekonomi & Bisnis

Digelar di Bandung,  Strategi Trading Didimax Dibongkar di Depan Ratusan Peserta


BANDUNG, Bisnistoday,- PT Didi Max Berjangka (Didimax) kembali menunjukkan langkah nyatanya dalam...

emasku
Ekonomi & Bisnis

Logam Mulia Diburu, Industri Perhiasan Nasional Tetap Menjanjikan

JAKARTA, Bisnistoday - Tren kenaikan harga logam mulia sejak akhir tahun 2025...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & Bisnis

Pemerintah Perketat Pengendalian Impor demi Lindungi Industri dan Konsumen

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah siapkan strategi pengendalian impor dan perlindungan konsumen guna...

Pekerja KOnstruksi
Ekonomi & Bisnis

Transfer Teknologi, Kunci Dorong Industri Produksi Kimia Konstruksi

JAKARTA,Bisnistoday - Indonesia saat ini sedang membangun infrastruktur secara besar-besaran. Jalan, jembatan,...