www.bisnistoday.co.id
Senin , 10 Agustus 2026
Home EKONOMI Kemenperin Pacu Pengembangan IKM Aceh
EKONOMISektor Riil

Kemenperin Pacu Pengembangan IKM Aceh

KEPALA BSKJI Kemenperin Doddy Rahadi di Jakarta, Minggu (18/6).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong kinerja sektor industri kecil dan menengah (IKM) agar semakin produktif dan berdaya saing. Upaya strategis ini salah satunya dilakukan melalui peran Unit Pelayanan Teknis (UPT) di bawah Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), dengan optimalisasi pemanfaatan teknologi industri dan pelayanan jasa industri.

“Untuk mewujudkan sasaran tersebut, kami memiliki kegiatan pendampingan yang dibiayai dari program Dana Kemitraan Teknologi Industri (DAPATI),” ungkap Kepala BSKJI Kemenperin Doddy Rahadi di Jakarta, Minggu (18/6).

Doddy menjelaskan, pelaksanaan program DAPATI dapat bermafaat bagi pelaku IKM karena melalui kegiatan konsultansi dan bimbingan dalam pemanfaatan optimalisasi teknologi, yang bertujuan dapat meningkatkan efisiensi proses dan produktivitasnya.

“Sehingga diharapkan ke depannya akan menghasilkan produk berkualitas dengan nilai tambah lebih tinggi yang berujung pada peningkatan daya saing industri dan produknya, termasuk sektor IKM,” terangnya.

Apalagi, para pelaku IKM telah berkontribusi besar dalam upaya mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi Covid-19. “Saat ini, para pelaku IKM Indonesia yang berjumlah hingga 4,4 juta unit usaha telah menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerap tenaga kerja yang sangat banyak,” tutur Doddy.

Dalam implementasi program DAPATI, salah satu yang telah terealisasi adalah membantu PT. Rayeuk Aceh Utama dengan merancang peralatan pemasak sekaligus pendingin saus cabe menggunakan konsep “water jacket”. Cara kerja dari peralatan pemasak sistim water jacket ini adalah dengan mengalirkan air dingin  di sekeliling dinding wajan pemasak.

Air dingin tersebut akan menyerap panas dari diding wajan sehingga panas dari saus cabe juga akan mengalir ke dinding wajan. Hal ini akan menyebabkan proses pendinginan saus cabe dapat dipercepat dari 8 jam menjadi rata-rata 4,2 jam saja.

“Sebab, kendala yang dihadapi oleh PT. Rayeuk Aceh Utama dalam memproduksi saus cabe adalah di bagian produksinya, terutama di proses pendinginan saus cabe yang memerlukan waktu lama mencapai lebih dari 7-8 jam per proses. Lamanya waktu tunggu untuk proses pendinginan ini berpengaruh terhadap jumlah produksi hariannya,” ungkap Ketua Tim DAPATI tahun 2022, Mahlinda.

Peran BSPJI

Teknologi yang difasilitasi oleh Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banda Aceh tersebut berhasil meningkatkan kinerja PT. Rayeuk Aceh Utama dalam memproduksi saus cabe “Capli”. “Proses produksi saus cabe dapat dilakukan sebanyak dua kali dalam satu hari. Ada peningkan dua kali lipat, sehingga berpengaruh langsung terhadap kenaikan efisiensi dan income bagi PT. Rayeuk Aceh Utama,” papar Mahlinda.

Rayeuk Aceh Utama merupakan salah satu sektor IKM di Provinsi Aceh yang bergerak di bidang pengolahan saus cabe khas wilayah setempat dengan merek dagang “Capli”, yang mempekerjakan sebanyak delapan orang karyawan tetap dan beberapa orang karyawan lepas. Penjualan produk saus cabe khas Aceh ini telah dipasarkan di hampir seluruh kabupaten di Aceh, bahkan telah menjangkau hingga ke sebagian wilayah di wilayah Sumatera dan Jawa.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Apresiasi Wamena Coffee Festival Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

WAMENA, Bisnistoday - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan apresiasi yang tinggi...

Kegiatan Sedekah Hutan di FIB UI, Sabtu (8/8/2026) (dok:Adi/Bisnistoday)
EKONOMILingkungan

Memaknai Hutan sebagai Ruang Hidup Melalui Sedekah Hutan

JAKARTA, Bisnistoday – Sabtu (8/8/2026) pagi, ratusan orang yang umumnya mengenakan budaya...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Meletakkan Batu Pertama Pembangunan KDMP Dekai di Yahukimo

YAHUKIMO, Bisnistoday - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono melakukan peletakan batu pertama...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Wamenkop Lepas 86 Pekerja Migran ke Jepang

TANGERANG, Bisnistoday – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah melepas secara simbolis...