CIANJUR, Bisnistoday- Kementan mendorong produksi tanaman hias khususnya Krisan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Berbagai bantuan seperti alat pertanian pengolah tanah, pupuk serta bahan bibit telah disalurkan.
” Untungnya mendapat bantuan, seperti pupuk, handspliter maupun berupa bibit. Setidaknya membantu kehidupan dan mendukung produksi petani,” ungkap Mamad Ahmad, Ketua Kelompok Tani, Hijau Daun, Desa Kawungluwuk, Kec. Sukaresmi, Kab.Cianjur, Jawa Barat, Minggu ( 15/8). saat panen raya Bunga Krisan.
Mamad mengatakan, petani Krisan saat sebelum Puasa dan Lebatan kemarin memetik hasil gemilang dengan permintaan meningkat serta harga tinggi di kisaran Rp.10.000- Rp15.000. “Patani saat menjelang puasa dan lebaran kemarin optimis sekali, permintaan naik dan harga menguntungkan. Patani juga tambah areal tanaman,” ujarnya.
Hanya saja, lanjut Mamad, ketika memasuki PPKM darurat bulang Juni dan Juli, permintaan drastis anjlok. Pesanan dari kegiatan pernikahan terus menurun, dan karangan bunga ucapan juga tidak ada. “Kami sadar, selanjutnya memasuki masa-masa berat, untuk petani Krisan,” ucapnya.
Sekarang ini, lanjut Mamad, harga per ikat bunga Krisan, yang terdiri 10 batqng bunga hanya dihargai Rp3.000 saja. Itupun masih beruntung ada pembelinya, terkadang harus dibuang begitu saja. “Memang tidak semua menggantungkan pasar, ada beberapa petani melakukan kontrak, sehingga harganya lebih stabil.”
M Topik, Ketua Kelompok Tani Sejahtera mengatakan, bahwa pasokan Bunga Krisan sedang memuncak, sehingga harus bersaing di pasar. Ia mencontohkan kondisi di Pasar Rawa Belong, Jakarta sebagai tujuan utama pengiriman bunga Krisan, setiap hari terus dikirim.
“Bunga-bunga itu, sampai di Pasar Rawa Belong hanya terdiam, kalau berlangaung lama, maka tumpang tindih dengan pengiriman baru. Kalau begini ya dibuang,” ujarnya.
Dalam kondisi sekarang, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Hortikultura, Kab.Cianjur, Winny Parwinia mengatakan, perlunya keterlibatan lebih besar bagi asosiasi petani Krisan untuk turut mendorong pasar tanaman hias di Cianjur. Asosiasi bisa mendorong berdirinya pasar khusus tanaman hias di Kab.Cianjur.
“Jangan para petani disini, sebagai pengikut, tetapi penentu pasar. Pasar tanaman hias berperan dalam hal ini.”
Menurut Winny, produksi tanaman hias Krisan terbesar di Cianjur di Sukaresmi dan Cibadak. Di Jawa Barat, Kab.Cinajur produksi bunga Krisan teebesar. “Untuk membantu penyerapan Bunga Krisan, Kementan telah memborong bunga untuk berbagai Rumah Sakit untuk dimanfaatkan para Nakes. Demikian juga, Dinas pertanian juga membantu menyerap dengan membeli untuk Rumah Sakit daerah.” tuturnya./




