JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia berkolaborasi dengan Yayasan Plan International Indonesia dan DBS Foundation menyelenggarakan acara Career Day 2026. Mengusung tema strategis “Talenta Muda Siap Kerja; Temukan Karir Impianmu.” Kegiatan yang berada di bawah payung program You RISE (Youth be Ready, Inclusive, Skilled, Empowered) ini menandai sebuah lompatan (leapfrog) dan paradigma baru dalam membangun ekosistem penyerapan tenaga kerja.
Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, KEMNAKER, Prof. Sugeng Heri Suseno, dalam arahan pembukaannya menegaskan bahwa Career Day 2026 merupakan manifestasi dari intervensi strategis pemerintah untuk menciptakan ekosistem kerja yang berkualitas. Acara ini bukan sekadar pertemuan pencari kerja dan pemberi kerja, melainkan upaya memfasilitasi transisi yang mulus (smooth transition) bagi talenta muda dari dunia pendidikan menuju dunia kerja produktif.
Hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 1.411.857 penempatan tenaga kerja yang berasal dari sektor swasta maupun instansi pemerintah. Capaian tersebut menunjukkan bahwa upaya mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan dunia kerja terus berjalan dan menjadi bagian penting dalam mendukung perluasan kesempatan kerja di Indonesia.
Berbeda dengan penyelenggaraan job fair konvensional, Career Day 2026 menerapkan mekanisme proaktif dan persiapan kompetensi prasyarat yang ketat. Proses penyeleksian awal dan screening curriculum vitae (CV) oleh pihak Human Resources Department (HRD) perusahaan telah dieksekusi sejak satu minggu yang lalu secara daring dan terintegrasi melalui portal resmi jobfair.kemnaker.go.id.
Lebih jauh lagi, sebagai bentuk penanganan strategis terhadap kesenjangan keahlian (skill gap), sebanyak 200 pencari kerja terpilih telah diikutsertakan dalam pemusatan pelatihan peningkatan kompetensi teknis (hard skills) dan keterampilan interpersonal (soft skills) sebelum mereka memasuki arena kompetisi di bursa kerja ini disampaikan oleh Dirjen Binapenta dan PKK, Prof. Sugeng Heri Suseno./








































