BANDUNG, Bisnistoday – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggalakkan gerakan satu mahasiswa satu pohon sebagai bagian dari rangkaian Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKAKU) 2026. Program ini menjadi upaya UPI mendorong penghijauan sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan kepada mahasiswa baru.
Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A. mengatakan, setiap mahasiswa baru diminta mendonasikan satu batang pohon untuk ditanam di lingkungan kampus.
“Ini satu mahasiswa kita minta untuk mendonasikan mahasiswa baru satu batang pohon,” ujar Didi saat ditemui dalam kegiatan MOKAKU UPI 2026, Rabu (19/8).
Didi mengatakan, UPI telah mengumpulkan sekitar 3.000 bibit pohon yang sebagian besar merupakan tanaman keras. Bibit tersebut sementara disimpan di sekitar gedung asrama dan akan dirawat sebelum ditanam saat musim hujan.
Menurutnya, penghijauan diperlukan karena masih terdapat sejumlah lahan di lingkungan kampus yang dapat ditanami. Selain membuat kampus lebih hijau dan sejuk, pohon juga diharapkan membantu meningkatkan kualitas udara serta mendukung keberadaan fauna seperti burung.
“Pertama untuk membuat penghijauan di kampus. Kampus kita ini kampusnya sempit, kemudian ternyata masih banyak lahan-lahan yang perlu ditanami oleh pohon-pohon,” katanya.
Didi mengatakan, penanaman pohon juga akan diarahkan untuk mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan bakti sosial mahasiswa. Jika kebutuhan penghijauan di UPI telah terpenuhi, bibit yang tersedia dapat didistribusikan kepada pihak lain yang membutuhkan.
“Kalau ada permintaan misalnya dari Pemerintah Kota Bandung atau dari yang lain yang membutuhkan bibit pohon nanti kita bisa distribusikan,” ujarnya.
Berlanjut Tahun Depan
Didi mengungkapkan, gerakan penanaman pohon telah diupayakan selama tiga tahun terakhir. Namun, pelaksanaan tahun ini menjadi yang paling berhasil karena dipersiapkan sejak jauh hari dan disosialisasikan kepada mahasiswa baru maupun panitia MOKAKU.
“Memang sudah tahun yang ketiga berusaha untuk melakukan hal yang seperti ini, tapi ini yang paling sukses,” katanya.
Ia memastikan program tersebut akan dilanjutkan pada tahun berikutnya. Menurut Didi, penanaman pohon merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjaga lingkungan dan mengurangi dampak pemanasan global.
“Insyaallah karena kita merasa bahwa ini kewajiban kita. Kita berkewajiban mewariskan bumi yang lebih baik,” ujarnya.
Selain penanaman pohon, UPI juga mengembangkan pupuk organik dari hasil pengolahan limbah melalui proses composting. Pupuk yang dikembangkan sivitas akademika FPOK tersebut telah diuji coba dan berpeluang dikomersialkan sebagai produk ritel.
Riset pupuk organik juga dilakukan di lahan UPI di Bumi Sariwangi. Upaya tersebut melengkapi gerakan penghijauan UPI agar tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.









































