JAKARTA, Bisnistoday – Ditengah ekonomi rakyat UMKM omzet-nya anjlok dampak turunnya daya beli rakyat akibat beban hidup yang makin berat, pemerintah akan naikkan HET Minyak Kita dari Rp 14 ribu jadi Rp 15.700 per liter. Negara harus hadir ditengah amanat penderitaan rakyat dan bukan sebaliknya menambah beban hidup rakyat.
“Oleh karena itu, Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS) desak pemerintah membatalkan rencana naikkan harga HET minyak kita,” tegas Ketua Umum KERIS dr Ali Mahsun ATMO M Biomed yang juga Ketua Umum APKLI Perjuangan di Jakarta, Sabtu (22/6).
Ali mengungkapkan, respon masyarakat pedagang kaki lima bahwa usaha rakyat makin berat. “Berapa harga Minyak Kita ini Bu Andi? “Rp 18 ribu per liter”, jawab Bu Andi Warung Kelontong Kawasan Cempaka Putih Jakarta,” ujar Ali Mahsun.
Begitupun, Ali mengungkapkan, bahwa berjualan nasi goreng saja makin sulit pembeli. “Nasi Gorengnya makin ramai ya Cak Ali? Makin sepi Pak Dokter biasanya habis 6-8 liter beras saat ini hanya 3-4 liter. Malah mie goreng turun jauh pembelinya, keluh Cak Ali PKL Nasi Goreng Madura dikawasan Pondok Gede.”
Menurut Ali Mahsun, kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Sebanyak 40 juta kelas menengah terancam miskin akibat beban hidup makin berat. Roda ekonomi rakyat UMKM makin lamban omzetnya anjlok.
“Negara punya otoritas perbaiki kondisi Indonesia. Jangan sampai terjadi krisis ekonomi yang dampaknya jauh lebih berat dibanding krisis 1997-1998, kenapa?” ujar Ali.
Dikatakan, pada krisis ekomomi 1998 menjadi hal mendasarnya adalah ekonomi menengah ke atas. Berbeda dengan kondisi saat ini jika terjadi krisis, yaitu ekonomi kelas menengah ke bawah atau isi perut rakyat.
“Dampaknya dipastikan jauh lebih berat dibanding 1998. Untuk itu, KERIS ketuk hati Presiden Jokowi segera panggil Mendag RI untuk batalkan rencana naikkan HET Minyak Kita, tukas Ali.
Tidak hanya itu, lanjut Ali Mahsun, beberapa bulan terakhir, ketika keliling di beberapa daerah, ditemukan fakta bahwa daya beli rakyat makin menurun, ekonomi rakyat UMKM makin terhimpit. “Pendapatan tidak naik bahkan terindikasi turun ditengah beban hidup yang makin berat.”
Gerakan Minyak Jelantah
Oleh karena itu, Ketua Wanbin KERIS, Irjen Pol Pur Dr Ronny F Sompie berupaya memikirkan solusi terbaik untuk menghadapi kebijakan Pemerintah berkaitan dengan kenaikan HET Minyak Kita. Gelorakan hidup sehat Ramah Lingkungan Mendongkrak Nilai Ekonomis Minyak Jelantah.
Ronny juga berharap para pengusaha besar Minyak Goreng turut memikirkan kepentingan rakyat kecil dalam upaya memperbaiki ekonomi Indonesia serta berupaya mendongkrak daya beli rakyat. “Bukan sebaliknya, menekan pemerintah untuk menaikkan HET Minyak Kita demi keuntungan perusahaan semata,” tegas Ronny F Sompie./




