www.bisnistoday.co.id
Jumat , 25 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Politik & Keamanan Ketidakstabilan Ekonomi Jadi Ancaman Keamanan Terbesar di Indonesia, Ungguli Negara-Negara Lain
Politik & Keamanan

Ketidakstabilan Ekonomi Jadi Ancaman Keamanan Terbesar di Indonesia, Ungguli Negara-Negara Lain

Riset Keamanan
EKSEKUTIF Rawan ancaman saat ekonomi tidak stabil./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Ketidakstabilan ekonomi kini muncul sebagai ancaman keamanan paling serius bagi perusahaan di Indonesia. Temuan ini terungkap dalam World Security Report terbaru yang diinisiasi Allied Universal® bersama G4S, menunjukkan bahwa 71% pimpinan keamanan (CSO) di Indonesia menilai gejolak ekonomi sebagai risiko terbesar yang berpotensi mengganggu operasi bisnis dalam satu tahun ke depan, persentase tertinggi secara global.

Laporan tersebut melibatkan lebih dari 2.352 CSO dari 31 negara, termasuk 58 responden dari Indonesia. Hasil survei memperlihatkan bahwa ketidakpastian ekonomi turut memicu ledakan misinformasi, keresahan publik, serta meningkatnya ancaman terhadap perusahaan dan para pemimpinnya.

Sanjay Verma, Presiden G4S untuk Asia dan Timur Tengah, menegaskan bahwa kompleksitas ancaman di Asia Pasifik mengharuskan perusahaan mengadopsi model keamanan multidimensi, memadukan teknologi AI, tenaga profesional yang terlatih, dan budaya keamanan internal yang kuat.

Ancaman terhadap Eksekutif Meningkat

Maraknya misinformasi dan disinformasi menjadi faktor pendorong utama peningkatan risiko. Dalam satu tahun terakhir, 86% perusahaan di Indonesia menjadi target kampanye misinformasi tertinggi kedua di Asia Pasifik.

Kondisi ini berdampak langsung pada keamanan para pimpinan: Porsi 62% CSO melaporkan peningkatan ancaman kekerasan terhadap eksekutif perusahaan dalam dua tahun terakhir. Angka ini jauh di atas rata-rata Asia Pasifik yang hanya mencapai 46%.

Achmad Kosasih, Managing Director G4S Indonesia, menyebut situasi ini sebagai “lingkungan berisiko tinggi bagi pemimpin bisnis”, terutama karena misinformasi sering memicu sentimen dan tindakan agresif terhadap perusahaan.

Indonesia Terdepan dalam Penguatan Keamanan Eksekutif

Meski menghadapi tekanan besar, perusahaan-perusahaan Indonesia justru tampil sebagai salah satu yang paling proaktif di dunia dalam memperkuat langkah-langkah pengamanan.

Tingkat penerapannya bahkan melampaui rata-rata global dan regional:71% perusahaan meningkatkan prosedur keamanan eksekutif (rata-rata Asia Pasifik: 52%), 60% menyediakan personel pengamanan dekat (rata-rata Asia Pasifik: 40%), 59% melakukan pemantauan ancaman daring, serta 55% menggunakan perlengkapan pelindung khusus, termasuk kendaraan berpengaman. Data ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan komitmen keamanan eksekutif tertinggi di kawasan Asia Pasifik.

Indonesia Hadapi Risiko Serius

Laporan World Security Report menempatkan Indonesia pada posisi unik: menghadapi ancaman misinformasi dan ketidakstabilan ekonomi yang tinggi, namun sekaligus menjadi negara dengan langkah mitigasi paling agresif dan visioner.

Dengan kombinasi investasi teknologi, peningkatan keamanan eksekutif, dan penguatan peran personel, Indonesia dinilai siap menghadapi lanskap keamanan yang semakin kompleks di tahun-tahun mendatang./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra saat memberikan kuliah padaB.J. Habibie Memorial Lecture 2026 . (Adi/Bisnistoday)
Politik & Keamanan

Yusril Ajak Baca kembali Pemikiran Natsir dan Cita-Cita Habibie

JAKARTA, Bisnistoday— Masa depan Indonesia tidak cukup dibangun hanya dengan kekuatan ilmu...

Politik & Keamanan

Polda Metro Jaya Sebar Dua Sketsa Wajah Terduga Pelaku Kasus Kematian BS

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terbaru penyidikan kasus kematian BS,...

Partai Gelora
Politik & Keamanan

Revisi UU Pemilu Untuk Permudah Prosedur dan Mekanisme Pemilu

JAKARTA, Bisnistoday -Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Siidik...

Diskusi Paramadina
HEADLINE NEWSPolitik & Keamanan

Politik Kekuasaan Hanya Melahirkan Pejabat Yang Loyal Ketimbang Kompetensi

JAKARTA, Bisnistoday – Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof....