JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono optimistis pembangunan 80.000 lebih Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dapat selesai tepat waktu. Dengan demikian, seluruh Kopdes akan sepenuhnya beroperasi pada April 2026 sesuai target dari Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden mengharapkan setiap desa memiliki gudang, gerai, kendaraan, serta kelengkapan untuk operasional Kopdes. Setelah beroperasi, koperasi tidak hanya sebagai pusat distribusi barang, tetapi juga sebagai offtaker terhadap hasil produksi masyarakat,” kata Menkop Ferry dalam Rapat Kerja (Raker) Bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta.
Berdasarkan data PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana pembangunan, ada 15.788 bangunan Kopdes atau 16,44 persen, 15 hari sejak pendanaan cair pada 28 Oktober. Pihaknya juga memasang target pembangunan 2.930 titik per hari, meski realisasi saat ini baru sekitar 1.200 titik.
Baca juga: Pemerintah Kejar Target Pembangunan Fisik Kopdes Merah Putih
Dalam pembangunan ini, PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai offtaker dalam membangun gerai, gudang dan aset fisik lainnya. Untuk pengadaan lahan, Kemenkop melakukan inventarisasi data tanah yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan di desa-desa atau kelurahan. PT Agrinas kemudian melakukan verifikasi faktual terhadap data tanah dan kemudian melakukan pembangunan.
“Data tanah yang sudah masuk yang tercermin melalui Simkopdes sebanyak 30.500 titik tanah. Konfirmasi Agrinas, November 2025 diharapkan 25.000 titik dapat dibangun (gerai, gudang dan sarana fisik lainnya,” kata Menkop.
Baca juga: Menkop, Menkeu dan Danantara Bahas Percepatan Pembangunan Fisik Koperasi Merah Putih
Menkop mengharapkan dukungan penuh pemerintah daerah untuk percepatan pembangunan gerai aset fisik tersebut. Peran pemerintah daerah dapat melalui percepatan pemberian izin, penyelesaian konflik tanah, dan sinkronisasi perencanaan pembangunan.
Kemenkop melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memberikan supervisi teknis terkait pembangunan gerai, gudang dan aset fisik lainnya.
Gandeng TNI
Sementara itu, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota menjelaskan pihaknya pelaksana pembangunan fisik gerai dan gudang Kopdes Merah Putih berdasarkan SKB No. 17/2025. Ia menyebut pembangunan 80 ribu titik bukan jumlah kecil sehingga Agrinas butuh menggandeng TNI melalui pola karya bakti padat karya. Dukungan TNI terutama untuk wilayah-wilayah yang sulit dijangkau seperti Papua dan pesisir.
Sebagai upaya memperkuat pengawasan, Agrinas juga menggandeng mahasiswa Fakultas Teknik semester akhir agar dapat terlibat melakukan monitoring lapangan. Hal ini sekaligus menjadi proses distribusi pengetahuan dan membuka kesempatan bagi talenta muda untuk siap terjun ke industri konstruksi.
“Kami setiap hari melakukan mitigasi dan mengambil alih setiap permasalahan yang terjadi di lapangan. Kami harap dengan melibatkan TNI dapat mengatasi masalah baik itu terkait ketersediaan bahan bangunan, masalah listrik, ketersediaan tukang dan lainnya,” katanya.



















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)


















