www.bisnistoday.co.id
Jumat , 5 Juni 2026
Home LIFESTYLE Komal Awan La Beneamata Gelorakan Nova Out: TC Mewah, Hasil Getir
LIFESTYLESport & Health

Komal Awan La Beneamata Gelorakan Nova Out: TC Mewah, Hasil Getir

Komal Awan La Beneamata Gelorakan Nova Out TC Timnas U17 Mewah Hasil Getir
Komal Awan La Beneamata Gelorakan Nova Out.
Social Media

Jakarta, BisnisToday – Hasil minor Tim Nasional U 17 di Piala Dunia, menyulut kritik tajam terhadap pelatih Nova Arianto.

Kanal Awan La Beneamata memicu desakan #NovaOut di TikTok, mewakili kekecewaan publik terhadap kinerja Timnas U-17 dalam ajang internasional.

“Timnas U17 melalui pemusatan latihan (TC) berbiaya mahal di Dubai mewah, bahkan PSSI menggelar event khusus di Medan Sumatera Utara,” kata Awan pada Minggu (8/11/2025) malam menyimpulkan bahwa investasi besar PSSI tak tercermin dalam fondasi permainan yang kokoh.

“Nova Arianto gagal mentransformasi investasi besar PSSI. Fondasi permainan yang kokoh itu ternyata tidak terlihat,” ujar Awan mengawali diskusi.

“Mengapa investasi besar untuk TC mewah hanya menjadi perban sementara bagi luka kronis di sistem pembinaan usia dini Indonesia?”

Ia menimpali bahwa pihak terkait seolah mengalirkan dana tanpa memperhatikan keseimbangan dengan kualitas mental dan teknik dasar yang justru menentukan di turnamen level dunia.

Jebakan ‘STY-Isme’ dan Taktik Monoton

Kritik terhadap Nova Arianto bersumber dari kedekatannya yang terlalu dominan dengan mantan pelatih kepala, Shin Tae-yong (STY).

Banyak pengamat menilai Nova terlalu membabi buta mengadopsi gaya STY, sehingga mereka kemudian mencap pendekatan itu sebagai “Shin Tae-yong Isme.”

Para analis menilai Nova menerapkan pola 3-4-3 yang monoton dan cenderung bertahan, sehingga pola itu mencerminkan bayang-bayang filosofi STY.

Kritikus menuding formasi tersebut memperlihatkan kelemahan kronis pemain muda Indonesia, terutama di lini belakang yang sering gagal mengantisipasi skema bola mati dan umpan silang lawan.

Model ini menekankan disiplin dan tuntutan fisik yang tinggi.

Namun, banyak pihak mempertanyakan tuntutan kesempurnaan fisik di level U-17 karena tuntutan itu mengabaikan defisit fundamental teknik yang sebenarnya jauh lebih mendasar.

Syaiful Amri menilai kebijakan pelatih yang melarang pemain memakai media sosial selama turnamen sebagai tindakan ambigu.

“Ada dua persoalan krusial. Pertama dalam hal treatment, pressure tidak boleh main medsos sesuatu yang ambigu,” kata Syaiful.

Walaupun bertujuan menjaga fokus, tindakan ini dikhawatirkan memicu tekanan mental yang justru kontraproduktif.

Keruntuhan Mental dan Hasil Jeblok

Syaiful Amri menegaskan, hasil buruk di Piala Dunia U-17 menjadi pembenaran wajar atas desakan publik.

“TC panjang yang mewah, hasilnya bapuk di Piala Dunia U-17. Wajar tagar #NovaOut menggema,” sambungnya.

Beberapa hasil minor, termasuk kekalahan telak dari Korea Utara (0-6), ditengarai terjadi karena fokus pemain yang cepat lepas.

Hilangnya konsentrasi ini berakibat fatal karena lawan langsung mengkonversinya menjadi gol.

Syaiful memaparkan, pemain terlihat nervous dan takut benturan saat menghadapi pressing agresif, seperti saat melawan Zambia atau Brasil.

Mereka sering kehilangan bola (turnover) di area krusial akibat terburu-buru dan gagal mengambil keputusan cepat.

Awan menambahkan, TC yang berbulan-bulan ternyata tidak mampu memperbaiki akurasi di depan gawang.

Sejumlah peluang emas, terutama di babak kedua pertandingan, gagal dimaksimalkan, menunjukkan bahwa Nova gagal mengatasi kelemahan kronis di sepertiga akhir lapangan.

“Lima tahun dia menjadi asisten pelatih STY, di mana manfaatnya? Kalau pun dia diproyeksikan naik ke Timnas U20 apalagi U-23, bisa hancur,” tandas Syaiful Amri, mempertanyakan kelayakan Nova Arianto untuk terus memimpin tim usia muda.

Akhir kata, Awan La Beneamata menutup diskusi dengan pertanyaan krusial yang ditujukan kepada PSSI.

“Jujur saja, ini bukan personal. Pertanyaannya, apa yang bagus, apa kelebihan dari Timnas U17 di tangan Nova Arianto, dan sampai kapan PSSI akan mempertahankannya?” timpal Awan.

Tuntutan publik kini menuntut keadilan ke PSSI, jika hasilnya jeblok, standar perlakuan terhadap pelatih pun harus adil.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Caption foto: Para pemain yang bakal memeriahkan Pesta Sepakbola Piala Dunia 2026
Sport & Health

Pesta Bola Dunia 2026 Segera Dimulai, Kompetisi Tebak Juara Ini Siapkan Hadiah Rp 100 Juta

JAKARTA, Bisnistoday- Gelaran pesta bola dunia 2026 yang akan diselenggarakan di tiga...

Sport & Health

Riset Global Jadi Tolok Ukur Kepercayaan Publik terhadap Alat Penunjang Kesehatan

JAKARTA, Bisnistoday - Perhatian masyarakat modern terhadap ancaman kontaminasi zat berbahaya yang...

Natasha Pardede, Direktur Utama Bunkr sedang memberikan penjelasan
Sport & Health

Bunkr Hadir Bawa Kategori Performance Gym ke Jakarta.

JAKARTA, Bisnistoday - Kategori baru hadir di Jakarta fitness scene. Bunkr, resmi...

Timnas Iran (dok:Instagram)
Sport & Health

Timnas Iran Pindahkan Markas ke Meksiko

JAKARTA, Bisnistoday – Atas persetujuan FIFA, tim nasional Iran memindahkan markas mereka...