JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (19/7) menguat 4 poin ke posisi Rp14.977 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.981 per dolar AS.
Analis Monex Investindo Futures, Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (19/7) mengatakan, dolar AS outlook-nya menguat dibalik masih terjaganya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed).
The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan mereka pada 26-27 Juli 2022 nanti.
Meski demikian, pembacaan inflasi yang tinggi akhir-akhir ini dapat menjamin kenaikan suku bunga yang lebih besar dari yang diantisipasi pada akhir tahun.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga berpotensi sebesar 100 bps karena inflasi yang terus tinggi.
Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan pada tengah pekan lalu bahwa dia mendukung kenaikan suku bunga sebesar 75 bps namun akan memantau data dan dapat mendukung langkah yang lebih besar jika diperlukan.
Penguatan dolar AS juga mendapatkan dukungan dari data sentimen pembangunan rumah AS yang anjlok pada Juli ke level terendah sejak bulan-bulan awal pandemi Covid-19.
Inflasi yang tinggi dan biaya pinjaman sangat tinggi dalam lebih dari satu dekade membuat aktivitas pelanggan hampir terhenti.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.993 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.968 per dolar AS hingga Rp15.003 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke posisi Rp14.992 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.986 per dolar AS./







































