JAKARTA, Bisnistoday – Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik, menegaskan bahwa Partai Gelora kini telah tumbuh menjadi partai politik yang berbobot, menjanjikan, dan layak dipilih masyarakat pada Pemilu 2029 mendatang. Memasuki periode kedua siklus lima tahunan kerja politik, Partai Gelora dinilai menunjukkan kematangan organisasi dan konsistensi arah perjuangan.
“Jika kita melakukan komparasi dari sejarah tumbuh kembang partai-partai politik di Indonesia, maka patut disyukuri bahwa Partai Gelora sebagai partai baru relatif memiliki bobot. Tumbuh kembangnya cukup baik dan menjanjikan,” ujar Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Senin (12/1).
Pernyataan tersebut disampaikan Mahfuz saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi DPP dan DPW Partai Gelora yang digelar secara daring pada Sabtu (10/1). Dalam forum tersebut, Mahfuz menekankan pentingnya konsolidasi organisasi dan pembenahan manajemen politik sebagai fondasi menuju Pemilu 2029.
Partai Gelora yang lahir pada penghujung 2019, lanjut Mahfuz, memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi partai papan atas. Pengalaman pada periode pertama, khususnya sepanjang 2019–2024, menjadi modal penting untuk memperkuat langkah pada periode kedua.
“Kita belajar dari periode pertama. Semua kerja-kerja organisasi di lima tahun ke depan akan kita jadikan tolak ukur keberhasilan,” tegasnya.
Pada Pemilu 2024 lalu, Partai Gelora mencatatkan sejumlah capaian signifikan. Partai ini berhasil meraih 73 kursi legislatif di tingkat DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Selain itu, kader Partai Gelora juga dipercaya mengisi jabatan eksekutif nasional sebagai Wakil Menteri Luar Negeri serta Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.
“Itulah prestasi Partai Gelora pada pemilu lalu. Ini bukan semata takdir politik, melainkan hasil dari manajemen proses tumbuh kembang partai,” kata Mahfuz.
Tantangan Partai Politik
Menurutnya, setiap partai politik menghadapi tantangan yang sama, mulai dari persyaratan kepesertaan pemilu hingga ambang batas parlemen. Karena itu, kesiapan administratif dan organisasi menjadi faktor krusial dalam persaingan politik yang kian ketat.
Menghadapi Pemilu 2029, Partai Gelora telah menyiapkan agenda strategis secara berkelanjutan. Kepengurusan tingkat pusat (DPP) dan wilayah (38 DPW) telah rampung pada awal 2025. Sementara itu, pembentukan kepengurusan DPD telah mencapai 80 persen dan ditargetkan tuntas, diikuti pembenahan DPC yang mulai dikebut sejak Januari 2026.
Mahfuz optimistis, dengan konsolidasi yang semakin solid dan pembelajaran dari Pemilu 2024, Partai Gelora mampu meraih suara yang lebih signifikan.
“Kami akan memastikan penempatan saksi di TPS dan PPK. Pemilu 2024 menjadi pelajaran berharga, karena keterbatasan saksi membuat suara Partai Gelora diduga banyak hilang. Ke depan, kita pastikan suara itu aman dan terhimpun secara maksimal,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Partai Gelora menargetkan kehadiran yang lebih kuat di DPRD tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga DPR RI pada Pemilu 2029./

