www.bisnistoday.co.id
Minggu , 19 Juli 2026
Home OPINI Indepth Manuver Politikus Sayap Kanan yang Memalukan
IndepthSport & Health

Manuver Politikus Sayap Kanan yang Memalukan

Di saat masyarakat di seluruh dunia dihibur penampilan atraktif dan sportif para aktor lapangan hijau, termasuk para pemain imigran, para politikus sayap kanan di Eropa, justru membuat aturan yang diskriminatif

Timnas Prancis yang didominasi keturunan imigran (dok:FFF)
Timnas Prancis yang didominasi keturunan imigran (dok:FFF)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pada 16 Juni 2026 lalu, di tengah udara gerah yang menyelimuti Benua Biru, Parlemen Uni Eropa membuat kebijakan kontroversial dengan menyetujui aturan baru untuk memperketat kebijakan terkait imigran.

Aturan baru ini memberi kewenangan yang lebih luas bagi negara anggota untuk mendeportasi pencari suaka. Aturan ini juga memungkinkan merelokasi para pendatang ilegal  ke negara lain yang dianggap ‘aman’, bahkan tanpa hubungan langsung negara tersebut.

Kebijakan ini langsung menuai kecaman dari sebagian politikus dan aktivis hak asasi manusia, termasuk Amnesti Internasional. Mereka menganggap kebijakan ini mengabaikan prinsip kemanusiaan dan gagal mengatasi persoalan utama pemicu migrasi.

Aturan baru ini juga mencerminkan sentimen anti-imigran yang kembali menyeruak di kawasan itu, sekaligus mendorong bangkitnya kelompok sayap kanan.

Usai voting yang menghasilkan 418 suara dukungan berbanding 218 menolak, dan 30 abstain, para pendukung kebijakan itu langsung berteriak “Pulangkan mereka.” Sebaliknya, kubu yang menentang, terutama politikus sayap kiri, mencemooh “Kalian memalukan.”

Pemain imigran

Sementara itu, pada hari yang sama, di New Jersey, Amerika Serikat, para pendukung timnas Prancis, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga, Marina Ferrari,  bersorak kegirangan setelah Les Bleus menghajar Senegal 3-1 pada pertandingan penyisihan Grup I, Piala Dunia 2026. Kylian Mbappe dan Bradley Barcola, dua pemain berdarah Afrika,  masing-masing mencetak dua dan satu gol Prancis, pada laga itu.

Mbappe, yang kini menjadi top skor sementara bersama Lionel Messi, di Piala Dunia 2026, dengan 6 gol dan dua assist, memiliki garis keturunan Kamerun dari ayahnya dan Aljazair dari pihak ibu. Sementara Barcola berasal dari Togo. Sebagian besar pemain Prancis di turnamen kali ini memang merupakan pendatang dan keturunannya, terutama dari negara-negara Afrika yang pernah mereka jajah.

Baca juga: Sulitnya Memberantas Rasisme di Sepak Bola

Tidak cuma Prancis, di Piala Dunia kali ini, hampir satu dari empat pemain, atau sekitar 23%, tidak lahir di negara yang mereka wakili. Ada delapan dari 48 tim peserta, yang separuhnya atau lebih, merupakan pemain kelahiran luar negeri. Bahkan, dari 26 pemain di Timnas Curacao, seluruhnya lahir di Belanda, negara yang merebut wilayah di Karibia itu dari Spanyol di abad ke-17, untuk dijadikan pemasok budak.

Kini, pemain keturunan imigran dari negara-negara koloni itu, menjadi mesin penghasil cuan bagi industri sepak bola, melalui kompetisi (liga) yang berputar di Eropa. Secara langsung maupun tidak, perputaran uang hingga miliaran dolar di Piala Dunia kali ini pun, ada peran dari setiap tetes keringat mereka. Dari iklan dan hak siar televisi hingga penjualan merchandise dan jersey.

Ironisnya, di saat masyarakat di seluruh dunia dihibur penampilan atraktif dan sportif para aktor lapangan hijau, termasuk para pemain imigran, para politikus sayap kanan di Eropa, justru membuat aturan yang diskriminatif. Tidak berlebihan jika manuver kaum xenophobic itu, disebut sebagai tindakan yang “sangat memalukan.”//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kapten Timnas Inggris Harry Kane (dok:x.com/Fabrio Romano)
Sport & Health

Piala Dunia 2026 : Inggris Ganjal Kiprah Timnas Prancis dengan Mengunci Gol Skor 6-4 di Akhir Laga

JAKARTA, Bisnistoday – Timnas Inggris akhirnya meraih peringkat ketiga setelah membungkam kiprah...

Suporter Portugal (dok: Unsplash/Omar Ramadan)
OPINISport & Health

Melihat Sepak Bola dari Kacamata Ilmu Budaya

PADA umumnya, masyarakat memandang Piala Dunia sebatas rivalitas antarnegara.  Yang ingin orang...

Kylian Mbappe (10) bersama timnas Prancis (dok:FFF/Iconsport)
Sport & Health

Duel Inggris-Prancis, Ajang Pembuktian Terakhir Mbappe

JAKARTA, Bisnistoday –Tidak ada satu tim pun yang menargetkan untuk menjadi juara...

Piala Dunia 2026 (Unsplash/Anthony Maw)
GagasanSport & Health

Menguji Konsistensi FIFA

SEPAK bola bukan cuma pentas unjuk kelihaian para pemain. Olahraga ini seringkali...