www.bisnistoday.co.id
Senin , 20 Juli 2026
Home LIFESTYLE Sport & Health Menanti Tarian Terakhir Lionel Messi
Sport & Health

Menanti Tarian Terakhir Lionel Messi

Dini hari nanti, di Stadion MetLife, New York, akankah Tim Matador mampu meredam tarian 'sang Messias'?, menarik untuk ditunggu.

Lionel Messi (Dok:X/OptaJoe)
Lionel Messi (Dok:X/OptaJoe)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Dini hari nanti, Piala Dunia 2026 akan berakhir. Panggung penuh drama ini akan ditutup laga antara Spanyol kontra Tim Tango, Argentina. Inilah pertemuan tim yang mengandalkan kolektivitas melawan kesebelasan yang bertumpu pada seorang ‘aktor flamboyan’ bernama, Lionel Messi.

Akankah Argentina mengangkat gelar juara dunia keduanya berturut-turut, atau akankah generasi emas Spanyol membawa kembali kejayaan setelah 16 tahun menunggu?

Di turnamen kali ini, Spanyol tampil nyaris sempurna. Mereka memimpin Grup H dengan tujuh poin, mengalahkan Arab Saudi dan Uruguay, serta bermain imbang dengan Tanjung Verde.

Di fase knock out mereka menang telak 3-0 atas Austria sebelum mengalahkan Portugal 1-0 melalui gol di menit-menit akhir di babak 16 besar.

Perjalanan mereka ke semifinal diraih melalui kemenangan 2-1 atas Belgia, dan kemudian membungkam Prancis 2-0 untuk mencapai laga puncak.

Kemenangan kontroversi

Sebaliknya, sebagai juara bertahan, perjalanan Argentina biasa-biasa saja. Mereka memimpin Grup J dengan mengalahkan Aljazair, Austria, dan Yordania. Di babak 32 besar, mereka kemudian tertatih-tatih sebelum akhirnya menang tipis atas Tanjung Verde 3-2 di perpanjangan waktu, dan bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir 3-2 dalam pertandingan babak 16 besar yang kontroversial.

Melawan Swiss di perempat final, mereka mesti berjuang susah payah selama 120 menit sebelum mengamankan kemenangan 3-1 dan menghancurkan harapan Inggris dengan kemenangan comeback 2-1 di menit-menit akhir dalam pertandingan semifinal yang sangat menegangkan.

Secara tim, tidak ada yang istimewa dari Argentina, kecuali rekor individu Lionel Messi yang sejauh ini menjadi pencetak gol terbanyak dengan 21 gol, sepanjang enam kali keikutsertaannya di Piala Dunia. Messi yang telah mengoleksi 8 gol di turnamen ini, juga berpeluang menjadi top skor dan berhak atas sepatu emas.

“Dia telah membuat sejarah. Dia adalah legenda,” kata pelatih Argentina, Lionel Scaloni tentang pemain andalannya yang akan segera pensiun itu.

Baca juga: Melihat Sepak Bola dari Kacamata Ilmu Budaya

Satu dekade lalu, frustrasi setelah kalah di final Copa America melawan Cile, kekalahan keempatnya di final untuk Argentina, Messi memutuskan untuk gantung sepatu. Narasi saat itu berpusat pada fakta bahwa terlepas dari semua kesuksesannya di level klub, ia belum pernah juara di level timnas.

Namun, kapten Argentina itu bangkit  dan memimpin timnya ke final Piala Dunia berturut-turut setelah menjadi juara di Qatar pada 2022. “Mampu mencapai final seperti yang telah ia lakukan saat ini, di usia 39 tahun, menurut saya itu luar biasa,” tambah Scaloni.

Sang pesulap kecil dari Rosario ini akan memimpin rekan-rekannya untuk membawa La Albiceleste menjadi tim ketiga yang mempertahankan Piala Dunia setelah Italia (1934 dan 1938) dan Brasil (1958 dan 1962).

Ambisi Spanyol

Tidak seperti Argentina, yang permainannya sebagian besar bergantung pada kehebatan individu Messi, Spanyol adalah tim yang dibangun dengan kokoh berdasarkan kolektivitas.

La Roja lihai menguasai bola dan mampu meredam potensi serangan lawan mana pun. Pertahanan mereka yang terorganisir dan kokoh telah mencatatkan enam clean sheet, dan hanya kebobolan satu gol dalam perjalanan menuju final.

Untuk laga final ini, Spanyol akan membawa lebih banyak rasa lapar daripada rasa takut melawan Argentina, tim yang menurut Rodri, sang kapten, harus dikalahkan.  “Kami telah melalui proses pertumbuhan bertahap dan kami telah menjadi tim yang matang selama beberapa tahun terakhir,” kata Rodri.

“Jadi kami senang dengan perjalanan yang telah kami tempuh, tetapi kami tidak berhenti di situ; ambisi kami jauh lebih besar,” tegasnya.

Ini akan menjadi pertemuan Piala Dunia kedua antara Spanyol dan Argentina. Pertemuan pertama mereka terjadi pada babak penyisihan grup Piala Dunia 1966 yang dimenangkan Argentina 2-1.

Secara keseluruhan, termasuk di laga persahabatan, mereka telah 16 kali bersua dan saling mengalahkan, hanya dua kali berakhir imbang. Dini hari nanti, di Stadion MetLife, New York, akankah Tim Matador mampu meredam tarian ‘sang Messiah’? menarik untuk ditunggu.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pedro Porro merayakan kemenangan Spanyol di final Piala Dunia 2026 melawan Argentina, di New Jersey, AS, 19 Juli 2026. (EFE/SHAWN THEW)
Sport & Health

Spanyol, Tim dengan Pertahanan Terbaik Sepanjang Sejarah Piala Dunia

JAKARTA, Bisnistoday - Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua mereka setelah mengalahkan...

Spanyol bungkam Argentina di final Piala Dunia 2026. (Dok:EFE/EPA/SHAWN THEW)
Sport & Health

Spanyol Permalukan Argentina

JAKARTA, Bisnistoday – Kedisiplinan dan kolektivitas permainan membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia...

Piala Dunia
HEADLINE NEWSSport & Health

Piala Dunia 2026: Spanyol Jadi Juara Dunia Usai Tundukan Argentina

JAKARTA, Bisnistoday – Penghujung Piala Dunia 2026, Spanyol akhirnya menaklukan Argenti dalam...

Kapten Timnas Inggris Harry Kane (dok:x.com/Fabrio Romano)
Sport & Health

Piala Dunia 2026 : Inggris Ganjal Kiprah Timnas Prancis dengan Mengunci Gol Skor 6-4 di Akhir Laga

JAKARTA, Bisnistoday – Timnas Inggris akhirnya meraih peringkat ketiga setelah membungkam kiprah...