www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 24 Oktober 2026
Home OPINI Melihat Sepak Bola dari Kacamata Ilmu Budaya
OPINISport & Health

Melihat Sepak Bola dari Kacamata Ilmu Budaya

Alih-alih menghilangkan kontroversi, VAR justru mendistribusikan kembali otoritas pengawasan. Wasit, pemain, komentator, dan suporter, kini juga merasa berhak menafsirkan apa yang dianggap adil.

Suporter Portugal (dok: Unsplash/Omar Ramadan)
Suporter Portugal (dok: Unsplash/Omar Ramadan)
Social Media

PADA umumnya, masyarakat memandang Piala Dunia sebatas rivalitas antarnegara.  Yang ingin orang lihat dan nantikan adalah terciptanya sebuah gol, seberapa lihai Klylian Mbappe, Cristiano Ronaldo, dan Lionel Messi menguasai bola, dan siapa yang kelak berhak mengangkat trofi.

Namun, di luar itu, ada sisi menarik dari sekadar pada apa yang terjadi di lapangan. Di tribun penonton atau bahkan di kafe-kafe yang jaraknya ribuan kilometer dari arena pertandingan, tercipta apa yang oleh ilmuwan politik, Ben Anderson disebut sebagai Imagined Communities, komunitas yang membayangkan diri mereka sendiri.

Kita lihat bagaimana pendukung Brasil, Argentina, Belanda, Spanyol, Prancis dll dari kalangan Londo Ireng alias Indonesia, begitu fanatik menjagokan tim-tim favorit mereka, meski bukan merupakan warga negara dari tim-tim tersebut. Bahkan, saking fanatiknya (atau tidak mau dianggap ketinggalan zaman), sebagian dari mereka mungkin ada yang nekat terbang ke Amerika memakai uang negara untuk menonton turnamen tersebut.

Pemanfaatan Teknologi

Satu hal menarik lainnya dari turnamen ini adalah penggunaan perangkat teknologi Video Assistant Referee (VAR). Perkakas teknologi yang semula bertujuan untuk meminimalkan kesalahan sang pengadil (wasit), justru telah mengubah sepak bola menjadi ajang interpretasi. Kita lihat bagaimana sengitnya perdebatan yang terjadi di media sosial maupun ruang siniar (podcast) terkait hal ini, terutama seusai laga Argentina kontra Mesir.

Dari sudut pandang ilmu budaya, VAR  bukan lagi sekadar interpretasi teknologi. Ia mencerminkan pergeseran peran alat itu dari sekadar tools yang membantu tugas wasit, menjadi otoritas pengawas. Ia ikut menjadi juri dengan mengunakan analisa berbasis data, dan dipercaya dapat menghasilkan kebenaran obyektif.

Akan tetapi, sepak bola berulangkali mematahkan asumsi tersebut. Bahkan, dengan berbagai sudut pandang kamera, maupun tayangan ulang dengan gerakan lambat, keputusan yang dianggap kontroversial tetap terbuka mengundang interpretasi, karena apa yang dihasilkan perkakas teknologi itu tetap membutuhkan penilaian manusia.

Alih-alih menghilangkan kontroversi, VAR justru mendistribusikan kembali otoritas pengawasan. Wasit, pemain, komentator, dan suporter, kini juga merasa berhak menafsirkan apa yang dianggap adil. Hasilnya adalah budaya sepak bola baru di mana penonton menjadi analis, menghadirkan bukti mereka sendiri melalui tangkapan layar, tayangan video slow motion, dan analisis taktik. Kadang, perdebatan ini lebih seru ketimbang jalannya pertandingan itu sendiri.

Dari perspektif ilmu budaya, sebetulnya masih banyak hal menarik lainnya dari turnamen akbar sepak bola empat tahunan yang segera berakhir ini. Misalnya, tentang komunitas diaspora, persoalan rasisme, dan sebagainya. Tapi, intinya, Piala Dunia, sekali lagi mengajarkan bahwa sepak bola bukanlah sekadar permainan, melainkan teks budaya yang mengungkapkan harapan, kekecewaan, dan paradoks dalam masyarakat kontemporer.//

oleh: Adiyanto, wartawan Bisnis Today

 

 

 

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Sebanyak 25 Pengprov Kirim Wakilnya di Kejurnas Voli Antarklub U-19. (dok: Humas PP PBVSI)
Sport & Health

Sebanyak 25 Pengprov Kirim Wakilnya di Kejurnas Voli Antarklub U-19

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PP PBVSI bakal menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli...

Sport & Health

Swisse Ultiboost Grape Seed + Vitamin C Hadir dengan Antioksidan Lebih Kuat

Jakarta, Bisnistoday.co.id – Swisse menghadirkan Swisse Ultiboost Grape Seed + Vitamin C...

Noni Madueke mencetak gol kemenangan untuk Arsenal di City Ground [AFP]
Sport & Health

Menang Tipis atas Forest, Arsenal terus Bayangi Manchester City

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Gol di menit-menit akhir dari Noni Madueke memastikan kemenangan...

Primaya Hospital
Sport & Health

Primaya Hospital Melakukan Instalasi SHURUI Robotic Single-Port Surgical System 

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Primaya Hospital Group menjadi rumah sakit pertama di Asia...